oleh

Ning Khilma Anis Penulis Novel Hati Suhita Ungkapkan Makna Nasihat Poro Sepuh “Teken, Tekun & Tekan”

(Koran SINAR PAGI)-, ‘Teken, Tekun, Tekan adalah filosofi Jawa tentang kunci kesuksesan yang artinya: teken (pedoman/alat/ilmu) untuk melangkah, tekun (rajin/sungguh-sungguh) berusaha, dan tekan (sampai/tercapai) pada tujuan.

Ning Khilma Anis penulis nasional buku Novel Hati Suhita, yang secara khusus sering membahas berbagai nasihat tokoh dari suku Jawa menjelaskan ‘Teken, Tekun, Tekan.’ Nasehat poro sepuh ini adalah mantra. Terutama saat semangat kita mulai meredup.

“Dalam bahasa Jawa, Teken itu tongkat. Tekun itu sungguh-sungguh. Tekan itu sampai pada tujuan” jelasnya dikutip dari media sosial Instagram pribadinya khilma_anis

Menurutnya tongkat bermakna cita-cita kita. Tekun bermakna maksimalnya usaha kita. Tekan bermakna sampainya kita pada tujuan.

Ning Khilma Anis mengungkapkan bahwa poro sepuh meyakinkan kita, hidup harus punya cita-cita, dan cita-cita harus terus kita usahakan dengan sungguh-sungguh, agar kita sampai pada tujuan.

“Dalam bahasa pesantren. Teken itu maksudnya himmah. Tekun itu maksudnya istiqomah. Tekan itu maksudnya Hassil Maqsud. Maka teken tekun & tekan dapat disimpulkan, siapapun yang punya himmah, lalu menempuhnya dengan istiqomah, pasti akan hasil maqsud” ungkapnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *