(Koran SINAR PAGI)-, Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti pertemuan alumni angkatan 1994 SMAN 6 Cirebon yang digelar di salah satu kafe di Kota Cirebon, Senin (23/4/2026).
Mengangkat tema “Sing Penting Ketemuanne”, acara ini menjadi ajang melepas rindu sekaligus mempererat kembali ikatan persaudaraan yang telah terjalin sejak masa sekolah.
Puluhan tahun berpisah oleh kesibukan dan perjalanan hidup masing-masing, para alumni kembali duduk bersama dalam suasana santai.
Sekitar 30 perwakilan hadir, saling bertukar kabar, mengenang masa-masa putih abu-abu, hingga berbagi cerita kehidupan yang telah dilalui. Tawa dan canda berpadu dengan momen haru saat mengenang rekan-rekan yang telah lebih dahulu berpulang.
Tak sekadar temu kangen, pertemuan ini juga menjadi momentum penting dengan dikukuhkannya kepengurusan Ikatan Alumni (IKA) angkatan 1994 untuk periode 2026–2031.
Edi Sukamto dipercaya sebagai ketua, didampingi Zardin Harlan sebagai sekretaris dan Andry sebagai bendahara. Pengukuhan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kebersamaan yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Edi Sukamto menegaskan pentingnya menjaga silaturahmi di tengah kesibukan kehidupan.
Ia menyampaikan bahwa pertemuan seperti ini bukan hanya mempererat hubungan, tetapi juga membawa keberkahan. Ke depan, ia berharap IKA dapat menghadirkan berbagai kegiatan positif yang tidak hanya bermanfaat bagi alumni, tetapi juga memberikan kontribusi bagi masyarakat luas.
Salah satu peserta, Dede Ahdianti, mengungkapkan rasa bahagianya bisa kembali berkumpul bersama teman-teman lama. Ia menilai acara ini menjadi ruang yang telah lama dirindukan, sekaligus bukti bahwa kebersamaan tetap bisa terjaga meski waktu telah berlalu.
Tema “Sing Penting Ketemuanne” pun terasa begitu relevan. Kesederhanaannya menyimpan makna mendalam: bahwa di tengah dinamika hidup yang terus berjalan, meluangkan waktu untuk bertemu dan menjaga hubungan adalah hal yang sangat berharga.
Reuni ini bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi titik awal untuk merancang masa depan kebersamaan. Sebuah pengingat bahwa persahabatan sejati akan selalu menemukan jalannya untuk kembali terhubung.
Kontributor: Bambang Melga








Komentar