Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)
Sukses seseorang adalah buah ikhtiar maksimalnya dalam menghadapi ribuan tantangan. Sejumlah tantangan yang dihadapi, bukan hanya ditaklukan melainkan dilalui dengan sejumlah prestasi. Tidak mungkin seseorang meraih karir tinggi dari bawah, tanpa prestasi.
Di Jawa Barat ada seorang Camat, Kepala Kantor Kecamatan yang kemudian menjadi birokrat dengan karir tertinggi di jenjang provinsi. Ia pernah memegang jabatan sebagai kepala kewilayahan atau Camat di Kecamatan Jatinunggal pada 2007-2009. Ia adalah Camat Herman Suryatman.
Camat, Herman Suryatman kini menjadi Dr. Drs. H. Herman Suryatman, M.Si., Sekda Provinsi Jawa Barat. Tidak hanya sampai disana, di posisi Sekda. Ia punya posisi melintasi tanggung jawab formalnya. Ia menjadi birokrat motivator. Kalau kita lihat di media sosialnya, banyak hal yang bisa kita maknai.
Kehadiran Herman Suryatman sebagai Sekda Provinsi Jawa Barat benar benar menyala, memotivasi warga masyarakat Jawa Barat. Mulai dari emak emak, pelajar, satpam, sampai sejumlah pejabat dan birokrat di sejumlah kantor di Provinsi Jawa Barat. Herman Suryatman memang beda.
Judul di atas “Camat Terbaik Indonesia” tidaklah berlebihan. Herman Suryatman seolah sudah menjadi “BA” entitas Camat. Ia telah mewakili martabat entitas Camat. Sejumlah prestasi dan penghargaan yang didapat Herman Suryatman, bagi entitas Camat, identik penghargaan pada martabat seorang Camat. Karena Herman Suryatman pernah menjadi seorang Camat, maka ikatan emosional entitas Camat akan tersambung.
Herman Suryatman bisa juga menjadi inspirasi bagi entitas Camat lainnya. Apa inspirasinya? Seorang Camat bisa jadi Sekda Provinsi Jawa Barat dan meraih sejumlah prestasi. Bagi entitas Camat di luar Jawa Barat, bisa juga sosok Herman Suryatman menjadi barometer birokrat sukses, atau Camat Terbaik Indonesia.
Mungkin ribuan jumlahnya, birokrat mentok di jabatan Camat. Sejumlah birokrat selevel Camat, mentok dan pensiun dalam jabatan Camat. Beda dengan Herman Suryatman, Ia tidak mentok di jabatan Camat, Ia melenting jauh ke atas, meraih jabatan sebagai Sekda Provinsi Jawa Barat. Sebuah provinsi terbesar penduduk dan ASNnya di Indonesia.
Menjadi Sekda Provinsi Jawa Barat adalah menjadi ASN dengan jabatan karir ASN tertingi dan sekaligus paling berat. Mengapa berat? Kompleksitas Provinsi Jawa Barat benar benar besar dan luar biasa. Apalagi Sang Sekda harus mendampingi sosok gubernur KDM yang sangat unik, nyentrik dan tak suka protokoler. Tentu saja Herman Suryatman harus mampu mengimbangi dan “mengawal” Sang Gubernur yang budayawan dan influencer.








Komentar