(Koran SINAR PAGI)-, Melibatkan siswa, guru, orang tua, dan mitra kantin sekolah, program Sekolah Sehat HiLo akan menjangkau 11.000 siswa di 55 sekolah se-Indonesia, untuk membentuk budaya hidup sehat yang berkelanjutan sejak usia remaja.
Nutrifood bersama Pemerintah Kota Bandung dan Perwakilan Dinas dari Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat resmi meluncurkan Program Sekolah Sehat HiLo, sebuah inisiatif kolaboratif yang bertujuan membangun health ecosystem di lingkungan sekolah, khususnya Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), melalui keterlibatan seluruh elemen, mulai dari siswa, guru, orang tua, hingga mitra kantin sekolah. Program ini merupakan bagian dari komitmen salah satu brand Nutrifood, yaitu HiLo Teen, susu tinggi kalsium dan tinggi protein untuk remaja tumbuh tinggi dan kuat, dalam mendukung terbentuknya generasi muda yang lebih sehat dan aktif. Periode program akan berlangsung selama tiga bulan, dengan menjangkau 5 sekolah dan lebih dari 1.000 siswa sekolah di tiap kota.
Masa remaja merupakan masa penting untuk membangun kebiasaan sehat. Sebagai tempat remaja menghabiskan sebagian besar harinya, sekolah berperan penting dalam mendukung pembentukan kebiasaan sehat. Tidak hanya bermanfaat mendukung pertumbuhan optimal, kebiasaan sehat sejak masa sekolah juga berperan penting menekan risiko penyakit kronis hingga dewasa nanti. Sayangnya, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevalensi gizi lebih (overweight dan obesitas) sebesar 16,2% pada remaja usia 13–15 tahun dan 12,1% pada usia 16–18 tahun. Artinya, kira-kira satu dari enam siswa SMP dan satu dari delapan siswa SMA mengalami kelebihan berat badan. Padahal, kelebihan berat badan di masa remaja meningkatkan risiko obesitas saat dewasa, yang merupakan faktor risiko penyakit degeneratif, seperti hipertensi, penyakit jantung, diabetes, stroke, dan kanker.
Dari sisi aktivitas fisik, saat ini terlihat banyak remaja mengalami kondisi malas gerak. Berdasarkan data SKI 2023, 58% remaja usia 10–14 tahun dan 50,4% remaja usia 15–19 tahun tercatat memiliki tingkat aktivitas fisik yang kurang. Padahal, WHO menganjurkan anak dan remaja aktif secara fisik minimal 60 menit per hari. Dari sisi pola makan, konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) juga mudah melebihi batas anjuran. Permenkes No. 30 Tahun 2013 menganjurkan batas konsumsi gula maksimal 50 gram (4 sendok makan), garam 5 gram (1 sendok teh), dan lemak 67 gram (5 sendok makan) per orang per hari. SKI 2023 menunjukkan 47,5% masyarakat Indonesia mengonsumsi minuman manis lebih dari satu kali per hari.
Berbeda dari pendekatan edukasi yang hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan siswa, Sekolah Sehat HiLo dirancang untuk mendorong perubahan di lingkungan sekolah secara menyeluruh. Melalui empat pilar program, siswa diajak membangun kebiasaan bergerak aktif, guru diperkuat sebagai penggerak budaya hidup sehat dan hijau, mitra kantin didorong mendukung pilihan konsumsi yang lebih sehat, dan dukungan media pembelajaran untuk menjaga agar pesan kesehatan hadir secara konsisten dalam keseharian sekolah.

Program Sekolah Sehat HiLo merupakan pengembangan dari berbagai inisiatif edukasi kesehatan yang selama ini telah dijalankan oleh Nutrifood maupun HiLo. Sebelumnya, HiLo telah mengajak remaja membangun kebiasaan aktif melalui berbagai program, termasuk HiLo Body Move Challenge yang mendorong siswa untuk lebih aktif bergerak dan berolahraga secara menyenangkan. Di saat yang sama, Nutrifood juga secara konsisten menghadirkan program edukasi kesehatan yang menjangkau berbagai kelompok masyarakat, mulai dari Nutrifood Physical Education Teacher (NPET) yang memperkuat peran guru olahraga sebagai agen perubahan gaya hidup sehat, hingga kampanye edukasi Batasi GGL (Gula, Garam, dan Lemak) yang telah menjangkau berbagai komunitas di Indonesia. Melalui Program Sekolah Sehat HiLo, Nutrifood menghadirkan pendekatan yang lebih holistik dengan tidak hanya menyasar individu, tetapi juga membangun ekosistem sekolah yang mendukung lahirnya perilaku hidup sehat secara berkelanjutan.
Nicolas Orlando, Area Marketing Manager Nutrifood Jawa Barat, menyatakan, “Nutrifood percaya bahwa sekolah dan ekosistem di dalamnya memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan hidup sehat remaja. Selama ini, kami telah menghadirkan berbagai inisiatif edukasi kesehatan, mulai dari penguatan kapasitas guru olahraga, kampanye #BatasiGGL di berbagai komunitas, hingga program yang mendorong remaja untuk lebih aktif bergerak. Melalui Program Sekolah Sehat HiLo, kami ingin melangkah lebih jauh dengan melibatkan seluruh ekosistem sekolah, mulai dari siswa, guru, orang tua, hingga mitra kantin, agar budaya hidup sehat dapat tumbuh secara berkelanjutan. Kami ucapkan terima kasih kepada kelima sekolah di kota Bandung yang telah bersedia mengikuti program ini, adapun sekolah-sekolah tersebut adalah SMA Negeri 1 Bandung, SMA Plus Al-Ghifari, SMP Santa Ursula, SMP Santo Yusup, SMPK 4 BPK Penabur Bandung,”ucapnya setelah meresmikan program tersebut di kantornya Kota Bandung (29/10/2026)
Nutrifood berharap kolaborasi ini dapat menjadi fondasi lahirnya generasi Indonesia yang lebih sehat, aktif, dan siap menghadapi masa depan. Program ini telah mendapatkan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan yang memiliki peran penting dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat dan berkelanjutan, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Dinas Lingkungan Hidup. Dalam acara Kick Off hari ini, seluruh pemangku kepentingan juga menunjukkan komitmennya melalui Papan Komitmen Sekolah Sehat sebagai simbol sekaligus pengingat bagi seluruh pihak yang terlibat, termasuk sekolah, untuk bersama-sama menerapkan perilaku hidup sehat dalam keseharian.

Ni Luh Widyastuti, SKM., M.AP selaku Tim Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga dari Dinas Kesehatan Kota Bandung, menyampaikan “Kesehatan anak usia sekolah merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa. Kami mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan melalui Program Sekolah Sehat HiLo karena sejalan dengan upaya promotif dan preventif kesehatan yang terus kami dorong. Kehadiran program ini diharapkan dapat membuat perilaku hidup bersih dan sehat, serta meningkatkan kesadaran seluruh warga sekolah akan pentingnya pembiasaan hidup sehat di usia sekolah,”katanya
Ony, S.Sos, perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota Bandung, mengatakan, “Pembentukan kebiasaan hidup sehat sejak usia remaja merupakan langkah penting dalam upaya promotif dan preventif kesehatan. Karena itu, kami menyambut baik Program Sekolah Sehat HiLo yang mendorong siswa tidak hanya memahami pentingnya gizi seimbang dan aktivitas fisik, tetapi juga membiasakan perilaku hidup sehat dalam keseharian. Kolaborasi lintas pihak seperti ini diharapkan dapat memperkuat upaya menciptakan generasi muda yang lebih sehat,”ucapnya
Bagus Ramadhan, S.T., perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, menambahkan, “Perilaku hidup sehat akan lebih mudah tumbuh ketika didukung oleh lingkungan yang sehat dan nyaman. Karena itu, kesehatan dan kepedulian terhadap lingkungan merupakan dua hal yang saling berkaitan. Kami menyambut baik Program Sekolah Sehat HiLo yang tidak hanya mengajak siswa menerapkan gaya hidup sehat, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang bersih sebagai bagian dari ekosistem yang mendukung kualitas hidup siswa di sekolah,”ungkapnya
Melalui Program Sekolah Sehat HiLo, diharapkan semakin banyak sekolah di Indonesia yang berkembang menjadi health ecosystem, tempat seluruh warga sekolah dapat belajar, bertumbuh, dan menjalani gaya hidup sehat bersama. Dengan adanya kolaborasi seluruh ekosistem sekolah, hidup sehat tidak hanya berhenti sebagai imbauan, tetapi mampu menjadi budaya yang tumbuh dan mengakar sejak dini.









Komentar