Pewarta: Steven Gervan
Jakarta —, Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta, Suhud Alynudin, S.IP., M.Sc., menghadiri Pelantikan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masa Khidmah 2026–2031 yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Jakarta.
Kehadiran Suhud dalam momentum penting organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap penguatan peran ulama dan organisasi kemasyarakatan dalam menjaga persatuan, mempererat kerukunan, serta mendorong kehidupan berbangsa yang harmonis.
Pelantikan kepengurusan PBNU periode 2026–2031 menandai dimulainya amanah baru bagi jajaran pengurus untuk melanjutkan khidmah organisasi kepada umat, bangsa, dan negara. Nahdlatul Ulama selama ini memiliki peran penting dalam bidang keagamaan, pendidikan, sosial, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan.
Adapun susunan pimpinan PBNU Masa Khidmah 2026–2031 yang dilantik meliputi KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais ‘Aam PBNU, Prof. Dr. H. M. Nuh, DEA, sebagai Katib ‘Aam PBNU, KH. Abdul Hakim Mahfudz sebagai Ketua Umum PBNU, serta H. Gudfan Arif Ghofur sebagai Sekretaris Jenderal PBNU.
Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta, Suhud Alynudin, menyampaikan harapannya agar kepengurusan baru PBNU dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Pelantikan ini bukan sekadar pergantian atau pengukuhan kepengurusan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat pengabdian kepada umat dan bangsa. Kami berharap PBNU terus menjadi perekat persatuan, menjaga kerukunan, serta menghadirkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Suhud, Sabtu (24/10).
Menurutnya, kolaborasi antara ulama, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjawab berbagai tantangan sosial sekaligus menjaga suasana yang damai dan kondusif, khususnya di tengah keberagaman masyarakat Jakarta.
Ia juga berharap kepengurusan PBNU periode 2026–2031 dapat semakin memperkuat kontribusi di bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, pembinaan generasi muda, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Peran ulama dan organisasi keagamaan sangat strategis dalam membangun karakter masyarakat, memperkuat toleransi, serta menanamkan semangat kebangsaan. Semoga kepengurusan PBNU yang baru diberikan kelancaran dan kekuatan dalam menjalankan khidmah untuk kemaslahatan umat, bangsa, dan negara,” tambahnya.
Momentum pelantikan tersebut diharapkan menjadi awal penguatan sinergi antara organisasi keagamaan dan berbagai unsur pemerintahan dalam mewujudkan masyarakat yang religius, rukun, sejahtera, dan menjunjung tinggi persatuan Indonesia.









Komentar