oleh

Pondok Pesantren Al Murabby MAN 1 Kota Bandung Siap Menerima 70 Santri Baru

Pewarta: Dwi Arifin

(Koran SINAR PAGI)-, Pondok Pesantren Al Murabby MAN 1 Kota Bandung yang memiliki moto “Ma’hadku ujung tombak madrasah ku” menjadi percontohan di Jawa Barat.

Pondok Pesantren Al Murabby MAN 1 Kota Bandung tersebut menjadi solusi bagi para orang tua yang ingin menitipkan anaknya di pondok pesantren sambil melanjutkan jenjang pendidikannya di Madrasah Aliyah Negeri.

Kepala Asrama Pondok Pesantren Al Murabby MAN 1 Kota Bandung, Karma, S.Ag, M.Pd., menjelaskan tahun ini tersedia asrama di Pondok Pesantren Al Murabby untuk 70 santri (putra dan putri). Asrama tersebut menjadi solusi bagi para orang tua santri, khususnya yang berada di luar daerah kota Bandung, berniat menyekolahkan anaknya ke Madrasah Aliyah Negeri sambil menitipkan ke pondok pesantren.

“Pendaftarannya rencana ditutup tanggal 24 april, tetapi jika belum tercapai 70 santri yang terseleksi. Pendaftaran akan diperpanjang atau dibuka kembali pada gelombang ke II,” jelasnya saat wawancara khusus bersama media cetak dan oline Koran SINAR PAGI di ruang kerjanya.

Perihal biaya, pihak wali santri hanya perlu menambahkan biaya untuk makan hariannya atau kebutuhan lainnya yang perlu ditanggung oleh wali santri. Setelah nanti rapat bersama dengan pihak Pondok Pesantren Al Murabby. Adanya biaya tambahan itu, disebabkan keterbatasan jumlah bantuan dari pemerintah untuk layanan pendidikan berbasis pesantren.

Karma, S.Ag, M.Pd., menyampaikan untuk meningkatkan lulusan santrinya, pihaknya juga membuka kerjasama dengan lembaga bimbingan belajar yang berkualitas, sebagai upaya mempersiapkan mereka memasuki perguruan tinggi yang akan akan dituju. Serta bekerjasama dengan pihak Puskesmas menghadirkan layanan pusat kesehatan bagi para santrinya.

Menurutnya selama ini para wali santri atau masyarakat menitipkan anaknya ke asrama, harapan sederhananya ialah rutinitas ibadah dan akhlaknya lebih terjaga.

“Sebab mereka yang berada di asrama akan lebih disiplin solat subuhnya dan memiliki rutinitas setelah magrib hingga isya menjelang tidur dengan belajar agama yang lebih lengkap atau utuh,”ucapnya

Seperti halnya belajar berbagai kitab kuning yang menjadi ciri khas pendidikan pesantren dan mengikuti program hafalan quran minimal 3 juz atau menambah juz lain, jika sebelumnya sudah memiliki hafalan quran.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *