Pewarta : Sony S
Koran SINAR PAGI, INDRAMAYU,- Pekerjaan pengecoran beton jalan lingkungan yang diusulkan melalui aspirasi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indramayu menuai kekecewaan masyarakat. Pekerjaan yang dibiayai dari anggaran daerah tersebut dinilai dikerjakan secara asal-asalan, kualitas di bawah standar, dan tidak sesuai dengan rencana yang telah disepakati.
Warga setempat menyebutkan, ketebalan lapisan beton terlalu tipis, campuran semen terlihat sedikit, permukaan tidak rata, dan banyak bagian yang sudah retak bahkan sebelum pekerjaan dinyatakan selesai. Padahal jalan tersebut merupakan akses utama warga sehari-hari.
“Kami sangat kecewa. Ini pekerjaan asal-asalan saja. Betonnya tipis, pengerjaannya buru-buru, tidak rapi. Belum dipakai sudah ada yang retak. Uang rakyat dipakai begitu saja, tapi hasilnya seperti ini,” ungkap salah satu warga, Jumat (18/9/2026).
Masyarakat berharap Bupati Indramayu segera turun langsung ke lokasi untuk memeriksa dan meninjau kualitas pekerjaan tersebut. Mereka meminta agar kepala daerah tidak hanya mendengar laporan di ruangan, melainkan melihat langsung kenyataan yang ada di lapangan.
“Kami mohon kepada Bapak Bupati untuk datang memeriksa sendiri. Lihat bagaimana kualitasnya, apakah sudah sesuai spesifikasi atau tidak. Jangan sampai anggaran yang besar habis untuk pekerjaan yang tidak bertahan lama dan merugikan daerah,” tegas warga lainnya.
Selain itu, warga juga meminta agar pihak yang mengusulkan dan mengawasi pelaksanaan aspirasi tersebut memberikan penjelasan terbuka. Jika terbukti ada penyimpangan atau ketidaksesuaian spesifikasi, maka pihak yang bertanggung jawab harus ditindaklanjuti dan pekerjaan diperbaiki sesuai standar yang seharusnya.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pelaksana proyek maupun pihak dewan terkait keluhan yang disampaikan warga. Masyarakat berharap pemeriksaan segera dilakukan agar kerugian tidak semakin besar dan hak mereka atas fasilitas umum yang layak dapat terpenuhi.








Komentar