oleh

Lailatul Ijtima Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Katapang Ikhtiar Memakmurkan Masjid

Pewarta: Dwi Arifin

(Koran SINAR PAGI)-, وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

“Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”

(Quran surat An-Nahl ayat 18)

Di antara kenikmatan yang Alloh Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada orang yang beriman atau beragama islam ialah berkumpul dengan ulama atau orang-orang saleh.

Lailatul ijtima sebagai kegiatan rutin Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama / MWC NU Katapang untuk silaturahmi, konsolidasi, diskusi merencanakan program kerja dan penyebaran ajaran ahlussunnah wal jama’ah. Perkumpulan yang biasanya diadakan setiap bulan sekali setelah shalat Isya, berlangsung di Masjid Baiturrahman di KP. Juntigirang RW 9 Desa Banyusari Katapang pada jum’at 28 November 2025.

Dalam sambutannya Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Baiturrahman, Ustadz Yayat Ruhiyat menyampaikan rasa syukur masjid yang ada di wilayahnya kedatangan para ulama dan ustadz yang ada di kecamatan Katapang.

“Semoga ke depannya masjid ini akan bertambah jama’ahnya, menjadi makmur dengan program  pengajian rutin yang akan dilaksanakannya. Melalui kerjasama antara RW, DKM dan Ranting NU Desa Banyusari. Sebab kalau melihat kondisi saat ini, misalnya ketika sholat subuh, jama’ahnya sangat sedikit, rata-rata hanya 5 orang. Harapannya ketika ada pengajian rutin, masyarakat akan memiliki ilmu dan semangat untuk menjalankan perintah agama” ucapnya

Ketua Tanfidziyah MWC NU Katapang, Ustadz Awan Mulyana Al Murzani dalam sambutannya menyampaikan isi Quran surat Ali ‘Imran ayat 103;

 وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْاۖ

Berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, janganlah bercerai berai.

Maka ulama sebagai cahaya peradaban di masyarakat harus terhubung atau ada ukhwah antara satu dengan yang lainnya, jangan sampai individualis.

Ustadz Awan Mulyana Al Murzani selanjutnya mengingatkan 3 bahaya yang akan menimpa masyarakat yang jauh dari ulama. Di dalam Kitab Nashaihul ‘Ibad (nasihat bagi para hamba) karya Syeikh Nawawi Al-Bantani dijelaskan, jika masyarakat jauh dari ulama, maka Allah akan memberikan cobaan kepada mereka dengan 3 cobaan, yaitu:

  1. Allah akan menghilangkan berkah dari rezekinya.
  2. Allah akan mengirim kepada mereka penguasa yang zalim.
  3. Mereka akan meninggalkan dunia tanpa membawa iman kepada Allah Ta’ala.

Ustadz Soleh Mustari, Wakil Rois Syuriyah MWC NU Kecamatan Katapang pada kesempatan tersebut membahas tentang nasihat melalui sahabat nabi Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu untuk umat islam.

 عَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ، وَإِيَّاكُمْ وَالْفُرْقَةَ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ مَعَ الْوَاحِدِ، وَهُوَ مِنَ الاثْنَيْنِ أَبْعَدُ، مَنْ أَرَادَ بُحْبُوحَةَ الْجَنَّةِ، فَلْيَلْزَمِ الْجَمَاعَةَ

“Hendaklah kalian tetap berjamaah, dan jauhilah perpecahan. Sesungguhnya setan bersama orang yang sendirian, dan  setan akan menjauhi dari dua orang yang berkumpul. Barang siapa yang menginginkan Surga, maka wajib bersama jamaah.”

Maka penting bagi umat islam memiliki wadah untuk berjamaah melalui Nahdlatul Ulama yang didirikan oleh Hadratussyekh K.H. Hasyim Asy’ari. Supaya bersanad keilmuan, bersanad perjuangan atau harokah dan bersanad ruhiyah dengan ulama dan orang-orang saleh.

Dengan syarat memasuki jamaah tersebut ialah “Siapa yang mau mengurusi NU, aku anggap sebagai santriku. Siapa yang jadi santriku, maka aku doakan husunul khatimah beserta keluarganya,”

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *