Pewarta: Dwi Arifin
(Koran SINAR PAGI)-, Banyak orang yang ketika mulai membaca buku, mereka merasakan kebosanan dalam prosesnya. Namun berbeda dengan Ning Uswah Syauqie, justru terlihat semakin banyak membaca buku lainnya.
Sebagai santri dan akademisi, dirinya sering merasakan berbagai hal menarik dan membahagiakan, ketika membaca lembaran buku dari berbagai jenis ilmu pengetahuan. Serta merasakan manfaat jangka panjang, setelah menamatkan satu buku. Kebiasaan itu membuat dirinya memiliki perpustakaan pribadi.

Sebagai tokoh penulis, Ning Uswah Syauqie mengharapkan kepada generasi muda saat ini agar lebih banyak menghabiskan waktu luangnya bersama media cetak, dibandingkan dengan media sosial. Karena kebiasaan membaca media cetak (Kitab, Buku dan Majalah/Koran) pengaruhnya lebih positif terhadap kesehatan mental dan pengembangan potensi diri yang tumbuh di masa muda.
Untuk terus menumbuhkan minat atau keistiqomahan membaca media cetak, Ning Uswah Syauqie sering meluangkan waktu khusus untuk membuka lembaran-lembaran bukunya. Mencari dan membeli buku baru yang sangat dibutuhkan untuk menunjang karir atau cita-citanya. Bersilahturahmi dan berdiskusi dengan mereka yang sama-sama tinggi kecintaan kepada sumber ilmu dan membagikan ilmu yang diperoleh dari membacanya kepada publik sebagai wujud syukurnya.
Informasi yang dihimpun koransinarpagijuara.com, Ning Uswah Syauqie, S.H.I., M.Pd. adalah seorang penulis, pengasuh Pesantren Al-Azhar Mojokerto, dan praktisi hukum Islam yang dikenal melalui buku populer “Jodoh di Tangan Tuhan, Selebihnya Hasil Lobian” .
Gaya penulisannya dikenal menggunakan bahasa santai, ringan, mendalam, solutif dan sering kali jenaka untuk menghibur pembacanya dalam membahas isu-isu serius, seperti toxic relationship dan masalah keremajaan atau pernikahan.
Ning Uswah aktif membedah bukunya di berbagai kalangan, termasuk pelajar dan mahasiswa, serta menjadi narasumber bertema perempuan dan pemberdayaan masyarakat yang diselenggarakan oleh organisasi kepemudaan.









Komentar