(Koran SINAR PAGI)-, Pelajar dan petugas keamanan SMAN 1 Banjaran menjadi korban dari luapan arus sungai Cibanjaran, saat hujan deras mengguyur wilayah selatan Kabupaten Bandung beberapa hari yang lalu. Kondisi tersebut membuat keluarga korban hingga pemerintah daerah, para guru, serta pelajar dan alumni SMAN 1 Banjaran Kabupaten Bandung merasakan duka cita yang mendalam.
Pada hari sabtu ini, perwakilan Ikatan Alumni SMAN 1 Banjaran memberikan santunan kepada keluarga korban. Total uang Rp13 juta yang terkumpul dibagikan kepada kedua keluarga korban.

Setelah memberikan santunan tersebut, Panifahamsah perwakilan dari Ikatan Alumni SMAN 1 Banjaran menjelaskan dengan kejadian itu, menjadi kesedihan bagi alumni. Hingga rasa sedih itu menyatukan para alumni untuk bersikap peduli kepada keluarga korban.
“Kedua korban itu dikenal berkpribadian baik kepada masyarakat atau keluarga SMAN 1 Banjaran. Kami doakan mereka husnul khotimah, termasuk kelompok sahid yang menjadi safaat kepada orang sekitarnya” ucapnya sebelum memberikan santunan kepada keluarga korban.
Menurutnya kegiatan santunan yang dilaksanakan dapat memperkuat komunikasi dan silahturahmi, serta kepedulian sosial hingga menjadi momen bertukar ilmu pengalaman untuk saling mensukseskan dan mendukung untuk meraih cita-citanya masing-masing.

Pihak alumni juga berkomiten untuk menjadi bagian yang dapat mendukung kemajuan sekolahnya ke depan.
“Setelah 3 tahun kami didik di sekolah untuk menjadi pribadi yang bermanfaat di masyarakat. Mereka yang telah sukses dengan bidangnya masing-masing. Insya Alloh akan membantu sekolah sekemampuannya, jika dibutuhkan. Sesuai moto alumninya, peduli, akur, guyub, kompak dan sauyunan,”ungkapnya.

Drs. Iwan Kurniawan, Kepala SMAN 1 Banjaran bersama Drs. H. Jaja Suharja, M.Si., Wakasek Bidang Humas SMAN 1 Banjaran Kabupaten Bandung mengucapkan terima kasih atas kepedulian sosial dari para alumninya, melalui berbagai kegiatan yang telah terlaksana.
“Kegiatan sosial, sunantan masal, donor darah, penghijauan lingkungan, bantuan pembangunan tempa wudhu, hingga santunan kepada keluarga korban pelajar dan satpam SMAN 1 Banjaran atau kegiatan sosial lainnya untuk masyarakat,” ucapnya ketika dikunjungi Rina Hasanah dan Dadan Ridwan perwakilan Ikatan Alumni SMAN 1 Banjaran.

Informasi yang dihimpun koransinarpagionline.com, sebelum kejadian itu, Agus Sutisna yang bekerja sehari-hari sebagai petugas keamanan atau Satpam di SMAN 1 Banjaran. Pada sore hari, saat melihat ada korban hanyut di arus sungai yang ada di depan Sekolahnya, dirinya langsung menceburkan diri ke sungai untuk menolong murid yang bernama Ginasa Lintang yang terjatuh ke sungai, karena tanggul depan rumahnya roboh. Namun, keduanya turut terbawa arus sungai dan akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.








Komentar