oleh

ASN Harus Berupaya Sejahterakan & Bahagiakan Rakyat, Sekda Jabar Ingatkan Lebih Baik Mati daripada Gagal Bertugas

Pewarta: Dwi Arifin

(Koran SINAR PAGI)-, Badan Kepegawaian Daerah / BKD Provinsi Jawa Barat melaksanakan Forum Perangkat Daerah Bidang Kepegawaian bertema “Penyelenggaraan Manajemen ASN menuju ASN Istimewa dan Kinerja ASN Berdampak” pada Kamis, 12 Februari 2026 melalui media komunikasi Youtube dan Zoom BKD Jabar.

Pada kesempatan tersebut, sebagai narasumber, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Dr. Drs. Herman Suryatman, M.Si., menjelaskan berdasarkan dokumen perencanaan, 4 misi Jabar Istimewa, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD Jawa Barat 2025-2029) berfokus pada pengembangan SDM berkarakter, ekonomi berbasis kearifan lokal, pemerataan pembangunan, dan transformasi birokrasi. Dengan visi mewujudkan Jawa Barat yang termaju dan berdaya saing.

Menurutnya rincian 4 misi Jabar Istimewa ialah :

  1. Mewujudkan Sumber Daya Manusia / SDM Berkarakter
  2. Mengembangkan Ekonomi Kerakyatan dan Investasi Berbasis Kearifan Lingkungan
  3. Menjaga Keseimbangan Disparitas Pembangunan: Mengurangi kesenjangan utara-selatan, miskin-kaya, serta perkotaan-pedesaan dengan pemerataan sarana pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan lingkungan hidup.
  4. Memujudkan Aparatur Sipil Negara / ASN Transformatif dan Adaptif

Sekda Jabar menyimpulkan ada 2 misi khusus yang harus diwujudukan oleh BKD Jabar yaitu mewujudkan SDM berkarakter, dan memujudkan Aparatur Sipil Negara / ASN transformatif dan adaptif.

“Walaupun kondisi keterbatasan anggaran atau fiskal, harus mampu mewujukan itu semua dengan kolaborasi dan inovasinya” ucapnya

Untuk target tahun 2027, visi Jabar Istimewa mencakup seluruh aspek pembangunan, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga ekonomi, untuk mencapai kondisi yang terunggul dan paripurna.

BKD Jabar harus berupaya juga membantu ASN yang tersebar di 27 Kabupaten / Kota di Jabar untuk mewujudkan misi Jabar Istimewa. Sebab SDM unggul sebagai pemegang hingga penggerak pembangunannya.

“Sebagai ASN, selalu tingkatkan potensi atau kualitas kompetensinya secara mandiri atau melalui BKD Jabar. Dengan membentuk kualitas manusia Panca Waluya Cageur (sehat jasmani/rohani), Bageur (berakhlak mulia), Bener (jujur/disiplin), Pinter (cerdas), dan Singer (kreatif/adaptif)” ungkapnya.

Selain itu ada prinsip kinerja yang harus dipegang teguh ialah “cadu mundur pantrang mulang mun tekadna can laksana” dalam upaya menyelesaikan masalah sosial. Lebih baik mati dari pada gagal dalam bertugas. Jangan jadi ASN  yang hanya ikut numpang hidup. Itu hal dzolim, jika hanya ASNnya yang sejahtera, tetapi rakyatnya tidak sejahtera. Upayakan biasakan untuk membahagiakan rakyat, itu amanat dari Prabu Siliwangi.

“Maka semua layanan publik harus lebih cepat, lebih mudah, lebih murah, lebih aman dan lebih baik” harapnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *