oleh

‎Dampak 120 SPPG di Sumedang Kini Serap 6.000 Tenaga Kerja dan Rp121,9 Miliar Uang Beredar Per Bulan

Pewarta : Jeky Epsa

‎koransinarpagionline.com,Sumedang,-  Program Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumedang kian menunjukkan dampak luar biasa. Tak hanya memperkuat pemenuhan gizi masyarakat, 120 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi kini menjadi lokomotif ekonomi baru dengan perputaran uang mencapai Rp121.920.000.000 per bulan serta menyerap 6.000 tenaga kerja lokal.

‎Hal tersebut disampaikan Bupati Dony Ahmad Munir dalam acara Rembug Sumedang bertajuk “Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Sumedang Tahun 2025” yang digelar di Gedung Negara Sumedang, Jumat sore (20/02/2026).

‎Menurut Dony, dari total 148 SPPG yang ditargetkan berdiri, saat ini sebanyak 120 dapur telah aktif beroperasi di berbagai wilayah.

‎“Setiap satu SPPG rata-rata menyerap 50 tenaga kerja. Artinya, 120 SPPG telah membuka 6.000 lapangan kerja baru bagi masyarakat Sumedang,” ujarnya.

‎Ribuan tenaga kerja tersebut berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari tenaga pengolah makanan, petugas distribusi, sopir, administrasi hingga tenaga pendukung lainnya. Program ini pun dinilai mampu menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.

‎Tak hanya itu, kehadiran dapur MBG juga memberi efek domino terhadap sektor pertanian, peternakan dan pelaku UMKM lokal. Para petani, peternak, hingga pemasok bahan pangan kini memiliki pasar yang jelas dan berkelanjutan untuk hasil produksinya.

‎“Perputaran uang dari 120 SPPG ini mencapai Rp121,9 miliar setiap bulan. Ini bukan angka kecil, karena seluruhnya beredar di Sumedang dan menggerakkan ekonomi rakyat,” tegas Dony.

‎Dari sisi penerima manfaat, program MBG menyasar siswa sekolah, balita, ibu hamil dan ibu menyusui. Dari total sasaran 371.342 orang, hingga saat ini telah terealisasi sebanyak 264.847 penerima atau sekitar 71,32 persen.

‎Capaian tersebut, lanjutnya, menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini melalui intervensi gizi yang terukur dan berkelanjutan.

‎Pemerintah Kabupaten Sumedang menargetkan seluruh 148 SPPG dapat rampung pada 2026. Jika target itu tercapai, cakupan penerima manfaat akan semakin luas dan dampak ekonomi dipastikan meningkat signifikan.

‎“Program Dapur MBG bukan hanya soal makanan bergizi. Ini adalah gerakan membangun generasi sehat sekaligus membangkitkan ekonomi berbasis kerakyatan,” pungkasnya.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *