oleh

Ayi Rudiana, S.Pd.I., M.Pd., : MTs Al Marwah Fokus Berkolaborasi Memandirikan Anak Sejak Dini

Pewarta: Dwi Arifin

(Koran SINAR PAGI)-, Pimpinan Yayasan Al-Marwah Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, Hj. Maryam Dermawanti (atau dikenal juga sebagai Hj. Maryam Wahyu) bersama Wahyu Hamijaya yang merupakan Wali Kota bandung periode 1993 hingga 1998. Sebagai pendiri Madrasah Tsanawiyah Al Marwah atau lembaga pendidikan tingkat sekolah menengah pertama yang didirikan pada tahun 2014 oleh Yayasan Al Marwah.

“Pendirian Madrasah Tsanawiyah Al Marwah ini didasari atas niatan untuk membatu masyarakat menengah kebawah yang ingin menyekolahkan anak-anaknya. Berupaya untuk mendidik siswa/santrinya menjadi anak soleh dan memberikan layanan pendidikan yang murah, tapi tidak murahan,” hal itu disampaikan Ayi Rudiana, S.Pd.I., M.Pd., Kepala MTs Al Marwah Pemeungpeuk Kabupaten Bandung saat wawancara khusus bersama Koran SINAR PAGI di ruang kerjanya (15/4/2026)

Menurutnya berdasarkan visi MTsnya ialah terwujudnya Generasi UTAMA: Unggul, Kreatif, Tangguh, Mandiri dan Beraklakul Karimah.

Unggul dalam membaca dan menghafal Al- Quran, serta unggul dalam prestasi akademik. Kreatif dalam pengembangan potensi diri, kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Tangguh dalam menghadapi perubahan zaman dan mengemban dakwah, serta syiar Islam. Mandiri dalam belajar, berkarya, dan berwirausaha. Berakhlakul Karimah dalam bergaul di dalam dan di luar lingkungan madrasah.

Untuk mencapai target tersebut, Ayi Rudiana, S.Pd.I., M.Pd., menjelaskan ada program unggulan untuk para siswa atau santrinya yaitu sholat dzuhur dan asar berjamaah di masjid. Tahfidz quran pertahunnya 5 juz, sehingga nanti kelas 9 atau mereka lulus sudah memiliki hafalan hingga 15 Juz. Serta berbagai ektrakulikulier juga ada atau lengkap di MTsnya.

Khusus kemandrian santri/siswanya sekolah memiliki layanan pendidikan keterampilan jasa menjahit, percetakan, pengolahan air dan sabun cuci. Melalui latihan untuk memiliki keterampilan dibidang itu, diharapkan para siswa terbiasa mandiri sejak dini. Karena kalau hanya di SMA/SMK proses itu dimulai, waktunya terbatas.

“Seharusnya bebagai tahapan kemandirian sudah dimulai sejak dini, agar setelah lulus atau melanjutkan pendidikan mereka memiliki bekal kemandirian yang cukup” ucapnya

Menurutnya sebagai guru atau kepala sekolah yang berusaha mengajarkan mandiri anak didiknya, maka tidak boleh tergantung hanya dari penghasilan bulanan mengajar atau sumbangan dari wali murid yang kadang menjadi ujian keikhlasan. Tetapi harus mampu berkiprah dibidang lain, namun tetap fokus atau memprioritaskan tugas utama sebagai pendidik.

Ayi Rudiana, S.Pd.I., M.Pd., juga sempat menyampaikan tentang rencana pembangunan gedung lain untuk mendukung layanan pendidikannya. Kalau ada gedung baru atau kampus 2 Al Marwah, selain untuk kelas baru, gedung tersebut akan dijadikan pusat keterampilan siswa atau unit usaha Al Marwah dan ruangan bagi para santri yang jauh dari lingkungan MTsnya / luar daerah.

“Sebelumnya memang sudah sempat ada para siswa/santri atau 50 orang yang menetap di sekolah, namun karena pademi dan keterbatasan ruangan. Layanan pendidikan keagamaan berbasis kobong itu terhenti hingga sekarang” katanya Kepala MTs yang di masa mudanya ikut serta merintis pendirian Al Marwahnya dan sejak tahun 2017 hingga tahun ini masih dipercaya oleh Yayasan memimpin lembaga pendidikan.

Untuk memaksimalkan peran orang tua atau madrasatul ula, Ayi Rudiana, S.Pd.I., M.Pd., memiliki buku parenting yang menjadi panduan guru dan wali murid, berjudul “Dari Rumah Menuju Surga”.

“Jadi MTs ini, punya program rutin parenting dan berkolaborasi dengan wali murid untuk mengevaluasi capain pendidikannya,” tegasnya Tokoh Pendidikan dari Kabupaten Bandung yang sempat tampil di program NGOPI (Ngobrol Perihal Iman) PJTV membahas tentang Strategi Meningkatkan Keimanan di Era Digital pada bulan Ramadan yang lalu.

Ayi Rudiana, S.Pd.I., M.Pd., menyatakan bahwa Madrasah Tsanawiyah Al Marwah tidak mengerucut kepada satu layanan pendidikan yang dinaungi oleh ormas Islam terbesar di Indonesia. Tetapi para gurunya terdiri dari mereka yang aktif di berbagai ormas islam, misalnya Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan Persis. Perihal kurikulum MTsnya mengikuti sumber dari Kemenag dan perihal biaya pendidikan memastikan untuk terjangkau, khususnya oleh masyarakat sekitar. Saat ini jumlah siswanya lebih dari 600 anak.

Ayi Rudiana, S.Pd.I., M.Pd., menyimpulkan bahwa tujuan pendidikan nasional menurut UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) ialah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

“Namun untuk mewujudkan tujuan itu, perlu memaksimalkan peran dari Tripusat pendidikan atau konsep pendidikan yang dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara, yang menekankan sinergi tiga lingkungan utama: keluarga (informal), sekolah (formal), dan masyarakat (nonformal)” ucapnya

Untuk mencapai target itu, MTs Al Marwah berkomitmen mencetak generasi yang bertakwa kepada Allah SWT, berpengetahuan luas, dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Kami bertekad menghasilkan peserta didik yang unggul di bidang akademik maupun nonakademik, kreatif dalam mengembangkan potensi diri, tangguh menghadapi perubahan zaman, serta siap mengemban dakwah Islam. Dengan menumbuhkan kemandirian dalam belajar, berkarya, dan berwirausaha. Para guru Al Marwah berharap setiap lulusan menjadi pribadi yang berakhlak mulia, bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *