oleh

Pelajar Alta Global School Peraih “Gold Medal” Jakarta International  Science Fair 2026

Pewarta: Dwi Arifin

(Koran SINAR PAGI)-, Sebagai upaya mengoptimalkan peran Catur Pusat Pendidikan yang menjadi konsep dalam Permendikdasmen No 6 Tahun 2026. Organisasi Profesi Jurnalis Independen Bersatu melalui anggotanya perwakilan dari berbagai media massa, secara khusus mempublikasikan para Pelajar Berprestasi di lingkungan pendidikan yang ada di bawah Kemendikdasmen RI.

Grimonia Tarari Zaneta  Kamila, Pelajar Berprestasi dari Alta Global School (AGS), sekolah internasional berbasis hybrid (blended learning) di Indonesia yang diidirikan oleh Ruangguru bekerja sama dengan Schoters. Sekolah yang dirancang khusus dengan pendekatan fleksibel untuk mempersiapkan siswa berprestasi dan melanjutkan studi ke universitas top dunia.

Jurnalis Media Cetak dan Online, Koran Sinar Pagi membuka interaktif khusus bersama perwakilan pelajar berprestasi dari sekolah tersebut.

Grimonia Tarari Zaneta  Kamila, siswa dari Alta Global School, sebagai pelajar yang berhasil meraih “Gold Medal” for the project BioClean Smart: Microfluidic Heavy Metal Detection with E.coli Bioremediation and Natural Adsorbenst for Industrial Wastewater Purification, in Jakarta International  Science Fair 2026.

Grimonia Tarari Zaneta  Kamila menjelaskan prestasi ini berawal dari kebiasaan saya mencari informasi mengenai berbagai kompetisi melalui internet. Ketika menemukan informasi tentang Jakarta International Science Fair 2026. Kami bersama seorang teman berdiskusi dan mencari tahu lebih dalam mengenai tema, kategori, serta persyaratan lomba tersebut untuk memastikan bahwa kompetisi ini sesuai dengan minat kami.

Setelah merasa cocok dengan bidang yang dilombakan, kami mulai merancang ide penelitian dan mendiskusikan kemungkinan proyek yang dapat dikembangkan. Ketika konsep awal sudah terbentuk dan semakin yakin untuk mengikuti kompetisi tersebut, kami mengajak empat teman lainnya yang memiliki ketertarikan dan kemampuan yang dapat melengkapi tim. Dengan demikian, terbentuklah tim yang terdiri dari enam orang.

Selanjutnya, tim melakukan riset dari berbagai sumber, membaca artikel dan jurnal ilmiah, serta mempelajari permasalahan limbah industri yang mengandung logam berat. Dari proses tersebut lahirlah proyek BioClean Smart: Microfluidic Heavy Metal Detection with E.coli Bioremediation and Natural Adsorbents for Industrial Wastewater Purification.

Tentu perjalanan ini tidak selalu mudah. Kami harus mempelajari banyak konsep baru, melakukan berbagai revisi terhadap ide yang kami kembangkan, serta membagi waktu antara kegiatan akademik dan persiapan kompetisi. Namun, melalui kerja sama tim dan semangat untuk terus belajar, kami berhasil menyelesaikan proyek tersebut dan meraih Gold Medal pada Jakarta International Science Fair 2026.

“Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa banyak kesempatan berharga berawal dari rasa ingin tahu dan keberanian untuk mencoba,” jelasnya

Dari pengalaman itu, saya pribadi terpikirkan juga tentang persiapan untuk meraih cita-cita setelah lulus SMA. Sejak sekarang, saya sudah mulai mempersiapkan diri untuk mewujudkan cita-cita saya, yaitu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di luar negeri. Untuk itu, saya berusaha meningkatkan kemampuan akademik dan nonakademik yang diperlukan.

Beberapa hal yang saya lakukan antara lain mempersiapkan diri untuk IELTS, SAT, dan mata pelajaran berbasis kurikulum internasional seperti A-Level. Selain itu, saya juga membangun portofolio melalui berbagai kegiatan seperti kompetisi, organisasi, penelitian, dan kegiatan sukarela (volunteering). Saya percaya bahwa pengalaman-pengalaman tersebut tidak hanya membantu dalam proses pendaftaran universitas, tetapi juga membentuk keterampilan kerja sama, komunikasi, dan kemampuan berpikir kritis yang akan sangat berguna di masa depan.

Selain itu, dirinya sempat menceritakan tentang pengalaman paling istimewa selama masa SMA. Di antara pengalamannya yang paling berkesan bagi saya selama bersekolah adalah kesempatan untuk belajar dalam lingkungan yang menerapkan kurikulum internasional di Alta Global School. Meskipun sebagian besar guru saya berasal dari Indonesia, banyak di antara mereka yang pernah menempuh pendidikan di luar negeri, sehingga membawa perspektif pembelajaran yang berbeda.

“Hal yang paling saya rasakan adalah metode pembelajaran yang mendorong siswa untuk berpikir kritis dan memahami materi secara mendalam. Kami tidak hanya terbiasa mengerjakan soal pilihan ganda, tetapi juga sering diminta menulis esai dan menyampaikan pendapat berdasarkan analisis yang kami lakukan sendiri. Melalui proses tersebut, saya belajar untuk tidak sekadar menghafal materi, melainkan benar-benar memahami konsep dan mampu mengomunikasikannya dengan baik. Pengalaman ini sangat membantu dalam mengembangkan kemampuan berpikir, menulis, dan berargumentasi secara logis,” ucapnya

Sebagai pelajar berprestasi, Grimonia Tarari Zaneta  Kamila sempat berpesan untuk adik-adik kelasnya. Menurutnya hal yang paling penting adalah memiliki tujuan atau impian yang jelas. Banyak pengalaman berharga yang saya dapatkan, seperti belajar langsung bersama peneliti BRIN dan mengikuti berbagai kompetisi, berawal dari tujuan yang ingin saya capai, yaitu melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

Ketika kita memiliki tujuan yang jelas, kita akan lebih mudah menentukan langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mencapainya. Oleh karena itu, pesan yang ingin saya sampaikan kepada adik-adik adalah: tetapkan tujuan kalian sejak dini, lalu susun jalan untuk mencapainya. Jangan takut mencoba hal-hal baru, mengikuti kompetisi, organisasi, penelitian, atau kegiatan lainnya. Setiap pengalaman akan menjadi bekal yang berharga untuk masa depan.

Hal lain diungkapkannya tentang rutinitas yang mendukung perkembangan diri. Dalam keseharian, saya senang mencari informasi mengenai berbagai peluang pengembangan diri, seperti kompetisi, kegiatan sukarela, organisasi, maupun program-program pendidikan yang dapat menambah wawasan dan pengalaman.

Saya percaya bahwa internet merupakan sumber belajar yang sangat bermanfaat, apabila digunakan dengan baik. Karena itu, saya sering memanfaatkan internet untuk mencari ilmu, membaca informasi baru, serta menemukan berbagai kesempatan yang dapat membantu saya berkembang.

4 pelajar foto bersama dengan peneliti dari BRIN

Merupakan kesempatan berharga yang saya peroleh adalah mengikuti Ekspedisi Bumiayu, di mana saya dapat belajar langsung bersama peneliti BRIN mengenai penelitian ilmiah dan sejarah purbakala. Bersama tiga teman lainnya, saya terlibat dalam proses penelitian di lapangan yang memberikan banyak pengalaman dan wawasan baru. Hasil ekspedisi tersebut bahkan akan segera diterbitkan dalam sebuah buku berjudul Menjelajah Situs Purbakala Bumiayu – Jejak Laut Purba, Fosil, dan Misteri Masa Lalu.

Selain itu, saya juga pernah terlibat dalam kegiatan volunteering bersama Sanggar Anak Kita (SAKA), sebuah komunitas yang mendampingi dan memberikan kegiatan edukatif bagi anak-anak di Bantargebang. Melalui kegiatan tersebut, saya belajar tentang kepedulian sosial, komunikasi, serta pentingnya berbagi ilmu dan pengalaman kepada orang lain.

“Perkembangan diri tidak hanya diperoleh dari sekolah, tetapi juga dari kemauan untuk terus belajar, mencoba hal-hal baru, dan berkontribusi kepada masyarakat,”ungkapnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *