Pewarta: Frans Ganyang
Koran SINAR PAGI,Kab.Bogor,- Anggaran yang bersumber dari dana bos dari beberpa item kegiatan disinyalir jadi lahan basah bagi oknum kepsek nakal, salah satu mata anggaran yang sangat rentan akan bentuk penyimpangan adalah ” MARK UP” anggaran yang tidak sesuai dengan bukti fisik dilapangan, mereka rutin mengalokasikan anggaran untuk pemeliharaan gedung pertahunya.
Akan tetapi,
Nampaknya mata anggaran dimaksud menjadi lahan badah guna meraup pundi – pundi rupiah seolah bukan lagi rahasia umum, salah satunya terindikasi kuat terjadi didunia pendidikan tingkat SD (sekolah dasar) pada salah satu kecamatan secara berjamaah, berdasarkan laporan dari narasumber kami yang meminta jati dirinya di rahasiakan, di mana rata – rata patut diduga kuat ada upaya yang terorganisir, terstruktur, sistematis dan masif dalam pusaran pengelolaan dana bos alias utak – atik demi kepentingan pribadi semata.
Lebih jauh narasumber kami mengatakan, hal serupa saat ini hampir merata dan semua terjadi untuk wilayah tersebut, hingga beruta ini kami publis disdik kabupaten bogor dan para pihak masih bungkam yang mana faktanya hingga sejauh ini selain kian menjamur juga nyaris tanpa koreksi dari para pihak yang berkompeten dan terkesan belum tersentuh hukum, dalam artian,” pengelolaan dana bos sangat rentan terjadi akan berbagai bentuk penyimpangan dan tidak menutup kemungkinan ada mata anggaran lain sengaja di manfaatkan oknum tertentu dengan modus overandi yang serupa. Tegasnya








Komentar