Pewarta : Tim Liputan
Koran SINAR PAGI,Toba,- Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau kondisi rumah calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Toba. Hal ini upaya percepatan peningkatan kualitas hunian masyarakat.
Maruarar menyebutkan ada sebanyak 19.668 unit BSPS disiapkan pada Tahun Anggaran 2026 di Sumut. Di Kabupaten Toba, terdapat 46 unit rumah yang diusulkan sebagai calon penerima BSPS.
Jumlah tersebut tersebar di Kecamatan Balige sebanyak 20 unit, Kecamatan Porsea 14 unit, dan Kecamatan Bonatua Lunasi 12 unit.
“Verifikasi langsung di lapangan ini menjadi bagian penting untuk memastikan bantuan diberikan secara tepat sasaran,” ungkap Maruarar, Selasa (24/3/2026).
Secara keseluruhan, alokasi BSPS di Sumatera Utara tahun 2026 terdiri dari 8.825 unit untuk wilayah perdesaan, 5.525 unit di kawasan pesisir, dan 5.285 unit di wilayah perkotaan.
“Distribusi ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjangkau berbagai karakter wilayah, termasuk daerah terpencil dan pesisir,” tuturnya.
Maruarar menegaskan bahwa setiap anggaran negara yang digunakan dalam program ini harus dimanfaatkan secara benar dan sesuai peruntukannya.
“Masyarakat juga diimbau untuk aktif mengawasi serta segera melaporkan apabila ditemukan pungutan liar, dengan disertai bukti yang jelas seperti videokan dan foto serta laporkan segera ke kementerian PKP,” kata Maruarar.
Maruarar mengatakan jika pelaksanaan program BSPS di Sumatera Utara direncanakan mulai berjalan pada minggu kedua April 2026.
“Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas rumah masyarakat berpenghasilan rendah agar lebih layak huni, sehat, dan aman,” jelasnya.
Secara nasional, program BSPS menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto dengan target mencapai 400.000 unit di seluruh Indonesia, sebagai langkah percepatan penanganan rumah tidak layak huni sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.








Komentar