Pewarya : Jeky Epsa
Koran Sinar Pagi, Sumedang,- Peringatan Milangkala Desa Cijati, Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, tahun 2025 menjadi momentum refleksi dan evaluasi pembangunan desa. Dalam sambutannya, Bupati Sumedang menegaskan pentingnya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian pembangunan agar Desa Cijati ke depan semakin maju dan sejahtera.
Bupati menekankan bahwa pembangunan desa tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi juga dari peningkatan kualitas hidup masyarakat. Ia mendorong pemerintah desa dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menekan angka kemiskinan, menurunkan kasus stunting, serta meningkatkan tingkat pendidikan warga.
“Harus ada evaluasi agar ke depan lebih baik. Kita harus mampu mengubah kondisi, sehingga jumlah warga miskin berkurang, stunting menurun, dan kualitas pendidikan meningkat,” tegas
Bupati di hadapan warga yang hadir, Selasa, (30/12/25).
Selain isu pembangunan sosial, Bupati juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan memasuki musim hujan. Ia mengajak seluruh masyarakat Desa Cijati untuk lebih sigap dan peduli terhadap kebersihan lingkungan guna mencegah munculnya berbagai penyakit, khususnya demam berdarah.
Menurutnya, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) harus menjadi gerakan bersama melalui penerapan 3M, yakni menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, serta mengubur barang-barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
“Kesadaran menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Dengan PSN dan 3M, kita bisa melindungi keluarga dan lingkungan dari ancaman penyakit,” ujarnya.
Milangkala Tahun 2025 Desa Cijati tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga pengingat akan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan desa yang sehat, cerdas, dan sejahtera.
Milangkala Desa Cijati tahun 2025, Bupati Tekankan Evaluasi Pembangunan dan Kepedulian Lingkungan








Komentar