oleh

REKONSTRUKSI JALAN TLAJUNG UDIK BOJONG NANGKA DIDUGA KUAT TERKESAN ASAL-ASALAN

Pewarta : Frans Ganyang

Koran SINAR PAGI, Kab. Bogor,– Rekonstruksi jalan wilayah penghubung Desa Tlajung Udik ke Bojong Nangka, Kecamatan Gunung putri. Kabupaten Bogor kini disoal, berdasarkan pemantauan dilapangan,  pada saat pelaksanaan patut diduga kuat selain asal – asalan juga terkesan terlalu dipaksakan oleh pelaksana.

Bagai mana tidak, pada saat pelaksanaan dilapangan yang bertepatan dengan musim penghujan nampaknya berdampak buruk pada kualitas fisik pekerjaan dilapangan, berdasarkan pantauan kami www.koransinarpagionline.com, masih dalam hitungan hari sejak pelaksaanaanya muka aspal bekas pengerjaan dilapangan rata – rata ditemukan mengelupas meskipun waktu pelaksaananya masih dalam hitungan  hari.

Ditempat terpisah, Kami mengkonfirmasi Kepada. UPT wilayah jalan dan jembatan Cileungsi guna mempertanyakan tupoksi mereka selaku pihak pengawas wilayah, guna menghindari stigma negatif terkait adanya indikasi pembiaran oleh mereka seputar pelaksanaan proyek tersebut.

Selain ditemukan banyak material yang mengelupas, faktanya sejak awal ditemukan lubang – lubang pada badan jalan bekas sentuhan yang kembali menganga, adapun faktor yang memicu terjadinya hal dimaksud disinyalir murni kelalaian oleh pihak pelaksana yang terkesan memaksakan waktu pelaksanaan dilapangan / gelar (pengaspalan) padahal kondisi cuaca ekstrim alias musim hujan, logikanya ketika kondisi lapangan dingin / basah apakah realistis pelaksanaan akan berjalan maksimal? Padahal cuaca hari itu dari pagi hingga sore hari diguyur hujan deras dan kondisi badan jalan basah tutur salah satu narasumber kami yang berada dilokasi saat mereka gelar malam hari.

Artinya azas manfaat jangka panjangnya proyek tersebut yang memakan anggaran sangat fantastis, sangat diragukan. Terbukti saat ini fisiknya sebagian kembali mengelupas dan lubang – lubang dibadan jalan kembali menganga, Diharapkan peran serta pihak terkait agar segera menindak lanjuti, supaya tidak ada kesan pemborosan anggaran semata, hingga berita ini kami publis pihak pelaksna kegiatan dan konsultan pengawas belum terkinfirmasi sementara pihak upt wilayah sdah memberikan “warning” sebelumnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *