Pewarta : Anis
Koran SINAR PAGI, DEPOK,- Situ Bahar di Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong sedang tidak baik-baik saja. Hasil peninjauan tim DLHK menemukan dua persoalan utama : pendangkalan akibat sedimentasi dan tingginya pencemaran air.
Menjawab itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan / DLHK Kota Depok menyiapkan paket perbaikan. Tapi Pemkot menegaskan, menyelamatkan Situ Bahar tidak bisa dikerjakan sendiri.
Kepala DLHK Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, menyebut langkah pertama adalah mengembalikan kedalaman situ.
Untuk mengatasi pendangkalan, kami akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR agar pengerukan segera dilaksanakan. Supaya kedalaman air Situ Bahar bisa kembali optimal,” kata Reni, Senin (24/8/2026).
Untuk pencemaran, persoalannya lebih pelik. Sumbernya diduga datang dari luar wilayah lewat aliran Sungai Kali Jantung.
Karena itu DLHK akan berkoordinasi dengan Pemkab Bogor, berkonsultasi ke Pemprov Jabar , Kementerian LHK , hingga BWSCC Ciliwung Cisadane.
4 Langkah Konkret: Dari Barrier Sampah hingga IPAL Komunal,
Reni merinci beberapa aksi yang akan dikebut
1. Surat ke Pemkab Bogor, Mendorong penindakan perusahaan yang diduga buang limbah ke Kali Jantung.
2. Pemasangan barrier sampah,DLHK akan berkoordinasi dengan PUPR untuk membuat pembatas sampah di perbatasan dan di titik inlet Situ Bahar.
3. Usulan IPAL Komunal,Memohon bantuan pembangunan IPAL komunal bagi warga bantaran sungai yang belum punya septic tank layak. Tujuannya mengurangi beban pencemaran ke badan air.
4. Libatkan Kecamatan dan Kelurahan,Kami minta kecamatan, kelurahan membantu monitoring dan evaluasi potensi sumber pencemar yang masuk ke Situ Bahar,” tegas Reni.
Itulah beberapa langkah preventif dan perbaikan yang akan kami lakukan di situ itu sendiri,
dengan koordinasi lintas daerah dan lintas kementerian ini, Pemkot Depok berharap Situ Bahar bisa kembali berfungsi sebagai resapan air, penahan banjir, dan ruang publik yang bersih bagi warga Cilodong, tutup Reni.








Komentar