oleh

Universitas Widyatama, “25 Years of Impactful Learning”

Pewarta: Dwi Arifin

(Koran SINAR PAGI)-, Universitas Widyatama (UTama) tahun ini memperingati Dies Natalis ke-25 dengan mengusung tema “25 Years of Impactful Learning”. Momentum seperempat abad ini menjadi refleksi perjalanan sekaligus penegasan arah strategis Universitas Widyatama dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang memberikan dampak nyata bagi dunia kerja, industri, pemerintah, dan masyarakat.

Tema Impactful Learning menjadi representasi komitmen Universitas Widyatama untuk menghadirkan proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga menghasilkan lulusan, penelitian, inovasi, dan kontribusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Rektor Universitas Widyatama, Prof. Dr. Dadang Suganda, M.Hum., mengatakan bahwa perjalanan Widyatama terus diarahkan untuk memperkuat kualitas akademik, sumber daya manusia, ekosistem pembelajaran, serta riset yang berdampak.

“Sejak awal Widyatama telah membangun konsep sebagai Academic University, kemudian secara bertahap berkembang menuju Research University. Yang kami maksud dengan Impactful Learning adalah menciptakan proses pembelajaran yang berdampak. Kami memperkuat kualitas sumber daya manusia dosen, ekosistem pembelajaran, hingga riset yang benar-benar memberikan manfaat,” jelasnya saat wawancara bersama media cetak dan online Koran SINAR PAGI dan Radio Republik Indonesia, setelah melaksanakan kegiatan Fun Run UTama SyukuRUN dalam rangkaian peringatan Dies Natalis ke-25 Universitas Widyatama pada minggu 23/8/2026

Untuk mencapai berbagai kemajuan di kampusnya, Prof. Dr. Dadang Suganda, M.Hum., mengungkapkan sebagai pimpinan peguruan tinggi hal yang selalu dipegang ialah berupaya mengikuti atau menyesuaikan dengan aturan terbaru yang dinamis dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Berupaya memperkokoh capain akreditasi unggulnya yang telah diraih, memperluas kemitraan dengan perguruan tinggi dari luar negeri dan memberikan dampak manfaat yang luas kepada masyarakat.

Hal lain diungkapkannya bahwa Universitas Widyatama terus memperkuat ekosistem pembelajaran melalui penerapan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE). Kurikulum yang dirancang agar capaian pembelajaran mahasiswa selaras dengan kebutuhan Dunia Usaha, Dunia Industri (DUDI), dunia kerja, pemerintah, para mitra serta mampu beradaptasi dengan dinamika Artificial Intelligence (AI).

Dengan memprioritaskan penguatan fondasi internal, peningkatan kualitas riset, pemeliharaan dan peningkatan akreditasi, atau pengembangan berbagai praktik terbaik sebelum memperluas langkah di tingkat global.

“Serta fokus lainnya ialah Universitas Widyatama berupaya menjalankan kebijakan Menteri, supaya dapat melihat kondisi masyarakat dan keberadaan kampus bisa berdampak. Maka kami buatkan ekosistem untuk hal itu. Dengan targetnya menjadi kampus yang unggul, mengakar, bermanfaat, dan mandiri,” ucapnya

Dr. Atalia Praratya, S.IP., M.I.Kom., Dosen Produksi Film & Televisi D4 Universitas Widyatama yang saat ini aktif sebagai sebagai Anggota DPR RI dari Partai Golkar menyatakan bahwa perjalanan 25 tahun membangun pendidikan itu tidaklah mudah, hingga berhasil menghadirkan Program Studi yang unggul. Menjadi kampus yang tidak hanya terlihat dengan bangunan gedung yang megah, tetapi mampu memberikan manfaat khususnya kepada masyarakat sekitar.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar