oleh

Visi dan Misi Santri Dalam Sistem Islam Bertolak Ukur Syariat Islam

Oleh : Sriwahyuni

Gubernur Banten Andra Soni menyatakan pondok pesantren (ponpes) dan para santri memiliki peran strategis serta posisi penting sebagai agen pembangunan dan penopang kemandirian umat di Provinsi Banten.

Ia mengatakan Pemerintah Provinsi (pemprov) Banten terus meningkatkan akses pendidikan yang lebih merata, peningkatan kompetensi ustadz dan pengasuh pondok pesantren, penguatan literasi, serta keberlanjutan pendidikan santri ke jenjang yang lebih tinggi.

” Selamat Hari Santri Nasional 2026, ” ucap Andra Soni saat melepas Jalan Sehat Sarungan dalam rangka Hari Santri Nasional 2026 di Pandeglang Minggu.

Andra Soni juga mengapresiasi pelaksanaan Peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang di gelar oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten. Menurutnya, Provinsi Banten memiliki tradisi pesantren sebagai modal sosial dan intelektual yang harus terus di jaga, dikembangkan, dan di transformasikan menjadi kekuatan pembangunan daerah.

Potensi besar pesantren ini, kata dia, diarahkan untuk memperkuat keharmonisan sosial serta menggerakkan ekonomi kerakyatan dan pengembangan sumber daya manusia di Banten.

” Kepada para santri, saya berpesan teruslah belajar, pegang teguh sanad keilmuan dan warisan ulama, serta resilien atau tanggap terhadap perubahan zaman, ” ucapnya.

Andra Soni juga berharap setelah menimba ilmu di pesantren, para santri kembali ke tengah masyarakat dengan membawa manfaat. ” Menjadi guru ngaji, ulama, akademisi, pengusaha, birokrat, ilmuan, dan pemimpin. Apapun profesinya semuanya harus berangkat dari niat untuk mengabdi dan memberikan kemaslahatan, ” ucapnya.

” Mari kita jadikan semangat Hari Santri sebagai energi untuk memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, merewat kebhinekaan. Serta membangun Banten Maju, adil merata, tidak korupsi, ” kata gubernur Andra Soni.

Ketua PWNU Banten KH. Hafidz Gunawan mengatakan Hari Santri Nasional 2026 Tingkat Provinsi Banten di laksanakan di Kabupaten Pandeglang sebagai daerah wisata untuk turut memajukan pariwisata Provinsi Banten.

” Dari kemarin di isi dengan Khotmil Qur’an, batshul mastail, jalan santai sarungan, istighotsah, dan bedah buku, ” jelasnya.

Perayaan Hari Santri berakar dari perjuangan bangsa ini dalam melepaskan diri dari penjajahan melalui gema jihad yang dicetuskan oleh Hadraatuussyaikh Hasyim Asy’ari demi melawan bangsa penjajah kala itu. Seruan dan harapan seorang pemimpin daerah untuk membentuk masa depan para santri memang patut di apresiasi, tetapi kondisi bangsa hingga pada saat ini pada dasarnya masih berada dalam kondisi terjajah di dalam jeratan pemikiran sekularisme dan kapitalisme.

Para Santri adalah bagian dari perjuangan umat dan tongkat estafet para ulama. Sudah seharusnya Hari Santri dimaknai sebagai momentum pengingat para santri akan kondisi realitas yang ada saat ini, ketika kita dijajah oleh ideologi sekularisme dan kapitalisme.
Hari Santri jangan sekedar perayaan sesaat, namun harus menjadi sebuah kesadaran dalam jiwa para santri dan bangkit pemikiran dan geraknya untuk bisa melanjutkan estafet perjuangan tegaknya Sistem Islam di muka bumi.

Dalam Sistem Islam setiap muslim diperintahkan oleh Allah untuk menyampaikan kebaikan dan mencegah kemungkaran Qs. Al Imran 104. Terlebih lagi sebuah lembaga pesantren yang berbasiskan kurikulum Islami yang tentunya akan mencetak generasi penerus seorang muslim yang mumpuni dalam Ilmu Islam. Hukum Islam mengatur setiap Aspek Kehidupan, setiap perintah Allah harus dilaksanakan dan larangan harus di tinggalkan itu semua bila di amalkan adalah sebuah ibadah. Untuk menyadarkan diri setiap muslim, hendaknya mengetahui dan memahami tiga pertanyaan mendasar dalam hidup.
1. Darimana kita berasal?
2. Untuk apa kita hidup?
3. Pada siapa kita akan kembali?
Allah Swt.telah menciptakan bumi dan seisinya dengan aturan – aturannya. Manusia adalah ciptaan Allah yang paling sempurna karena dikaruniai akal untuk berfikir. Agama Islam adalah agama penutup dari agama sebelumnya yang Allah turunkan, agama Islam sebagai penyempurna agama – agama sebelumnya.

Sebagai seorang Muslim yang beriman tentunya harus memahami hakikat hidup di dunia. Apalagi sebagai pendiri sebuah pesantren yang akan mencetak para generasi penerus Muslim yang akan menjadi faqih fid dien. Tentunya harus mempunyai Visi dan Misi untuk menegak kan Sistem Islam yang akan memberikan kebaikan dan keselamatan pada setiap manusia di dunia dan akhirat kelak.

Visi seorang santri yang di cetak sebagai ahli ilmu agama Islam atau ulama dalam Sistem Islam tentunya memandang setiap tolak ukur perbuatan di setiap aktifitas adalah keridhoan Allah Swt.
Misi yang di jalankannya pun tentunya harus meninjau hukum – hukum perbuatan dalam Islam diantaranya, halal-haram, wajib, sunnah, makruh, mubah.

Pada Sistem saat ini yang ber ideologi kan sekularisme dan kapitalisme Visi dan Misi dari sebuah lembaga Pesantren disetiap agenda yang direncanakan dan yang sudah terlaksanakan, tidak di pandang dari sudut kemaslahatan dan kemudharatannya untuk setiap manusia, yang dilihat hanyalah kemaslahatan untuk sebagian kelompok manusia tanpa memikirkan adanya kemudharatan untuk yang lainnya.
Lain hal nya dalam Sistem Islam yang apabila akan melakukan sebuah rencana dan akan melakukan aktifitas di setiap hal untuk kebutuhan hidup manusia, tentunya akan mempertimbangkkannya dengan memandang segala sesuatunya yang bertolak ukur keridhoan Allah Swt.

Untuk memahami Visi dan Misi dari setiap santri dan untuk setiap muslim, tentunya harus mempelajari Ilmu Islam Secara Kaffah yang akan memberikan tsaqofah Islam yang paripurna, karena Allah telah mengatur kehidupan ini melalui Suritauladan Rasul Saw.dengan pedoman hidup setiap Muslim yaitu Al Qur’an dan As sunnah yang mengatur semua aktifitas hidup manusia dari mulai bangun tidur hingga tidur lagi dengan pemenuhan ibadah hablu minallah, hablu binanafsh, dan hablu minannas.

Wallahua’lam bishowab

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *