oleh

Rakernas AKSI, Kebatinan Kepala Sekolah

Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.
(Ketua Umum DPP AKSI)

Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI) adalah organisasi yang tercatat di Kumham RI dan Kemdikdasmen RI. AKSI adalah diantara organisasi pelopor yang teregister di Kemdikdasmen sesuai keluarnya Permendikbudristek Nomor 67 Tahun 2024 yang mengatur tentang Fasilitasi terhadap Organisasi Profesi Guru (OPG). AKSI adalah himpunan semua kepala sekolah Indonesia, mulai dari jenjang PAUD sampai SLTA, negeri dan swasta dalam atau luar negeri / Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN).

Rencana Rakernas AKSI 2026 akan digelar di Yogyakarta, menjadi sangat strategis dan menarik. Mengapa strategis dan menarik? Karena akan ada silaturahmi tingkat nasional semua utusan DPC/DPD AKSI dimana semua utusan akan membawa aspirasi, dinamika kekinian dan representasi kebatinan para kepala sekolah Indonesia.

Pemerintah, pemerintah daerah (Disdik Provinsi, Kabupaten Kota) akan mendapatkan suara-suara kebatinan para kepala sekolah seluruh Indonesia dalam rekomedasi organisasi AKSI. Faktanya nasib dan keberadaan kepala sekolah sangat beragam di setiap daerah. Mulai dari disparitas kesejahteraan di setiap daerah, intervensi pihak pihak eksternal, promosi, mutasi, karir dan bahkan dinamika Plt. (Pelaksana tugas kepala sekolah).

Quo vadis, akan kemana, dibagaimanakan nasib kepala sekolah Indonesia? Organisasi dan rakernas dalam sebuah organisasi, selain hadirnya silaturahmi nasional dan peningkatan kompetensi, tentu akan hadir rekomendasi. Rekomendasi ini adalah dokumen artikulatif resmi organisasi yang menjelaskan wajah kepala sekolah terkini, harapan, martabat dan apa yang harus dilakukan pemerintah dan sejumlah pihak terkait.

Pepatah bijak mengatakan “Ada tiga entitas yang sangat penting di negeri ini yang berhubungan dengan keselamatan masa depan bangsa”. Tiga entitas ini tiada lain adalah : 1) kepala sekolah, 2) guru dan 3) anak didik. Ketiga entitas ini tidak boleh dipolitisisasi, diintimidasi, diintervensi dan dibuat tidak sejahtera. Mengapa? Karena ditangan tiga entitas ini semua bangsa menggantungkan harapan, kehormatan dan wajah masyarakat masa depan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *