Koran SINAR PAGI,- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengandalkan penggunaan Metal-Organic Frameworks (MOF) sebagai media penyimpanan gas metana.
Inovasi tersebut menjadi strategi menekan tingginya ketergantungan nasional terhadap impor LPG. MOF merupakan material hibrida hasil perpaduan ion logam dengan molekul organik yang menciptakan struktur dengan tingkat porositas sangat ekstrem.
Indonesia menyimpan potensi metana yang melimpah, baik dari cadangan alam maupun biomassa seperti limbah cair kelapa sawit (palm oil mill effluent/POME). MOF memegang peranan vital dalam proses pemisahan sekaligus pemurnian gas metana dari biogas POME tersebut.
CubiTan: Evolusi Tabung Gas Pinta
Penerapan material maju tersebut bermanifestasi dalam sebuah sistem bernama CubiTan.
Inovasi tersebut lahir dari kolaborasi internasional BRIN bersama pakar dari Kyoto University serta perusahaan rintisan asal Jepang, Atomis dan Yachiyo Engineering. CubiTan dirancang sebagai alternatif tabung gas yang lebih efisien, ringan, dan memiliki fitur pemantauan digital secara presisi.
Sisi teknis tabung CubiTan dibangun menggunakan material Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP) yang diisi dengan adsorben MOF. Hasilnya, bobot tabung menyusut drastis menjadi hanya 11,7 kg, jauh lebih ringan daripada tabung besi konvensional seberat 30,5 kg dengan kapasitas penyimpanan yang tetap bersaing.
Keunggulan lainnya terletak pada penggunaan sensor suhu dan tekanan nirkabel yang memungkinkan pemantauan kondisi gas secara seketika.
“CubiTan ini merupakan sistem gas yang terbuat dari CFRP, di dalamnya terdapat gas adsorben MOF. Dilengkapi pula dengan sistem komunikasi ACNWI, sensor temperatur, sensor tekanan, serta wireless,” jelas Canggih Setya Budi dalam lokakarya di Tangerang Selatan, Rabu (15/4).
Saat ini, transisi ke teknologi MOF masih perlu penyelesaian kendala teknis di lapangan. Sistem CubiTan masih bekerja pada tekanan tinggi di kisaran 200 bar. Prioritas riset sekarang diarahkan pada penurunan tekanan operasional menuju angka 15 bar agar setara dengan kondisi tabung LPG yang sudah jamak digunakan masyarakat saat ini.
Jika tekanan operasional berhasil diturunkan, teknologi tersebut dapat segera diadopsi menggunakan infrastruktur tabung yang sudah tersedia, sekaligus memicu pertumbuhan iklim riset dan penciptaan lapangan kerja baru di sektor energi terbarukan.








Komentar