(Koran SINAR PAGI)-, SMKN 20 Jakarta merupakan institusi pendidikan vokasi unggulan yang berdedikasi menciptakan talenta profesional di bidang Bisnis Digital dan Pemasaran, dengan fokus pada Link and Match antara sekolah dan industri global.
Dalam upaya menyelaraskan kompetensi lulusan SMK dengan standar industri nasional, SMKN 20 Jakarta sukses menyelenggarakan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) Pemasaran dengan menghadirkan tokoh penting di industri penjualan Indonesia. Hadir sebagai Penguji Eksternal, Ahmad Madani, yang merupakan Sekretaris Jenderal (Sekjend) KOMISI (Komunitas Profesi Sales Indonesia), untuk memvalidasi langsung kesiapan 37 siswa-siswi kelas XII Jurusan Bisnis Digital.
Ahmad Madani sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjend) KOMISI (Komunitas Profesi Sales Indonesia) dan Plt Koordinator Bidang Vokasi KOMISI untuk SMK. Merupakan praktisi pemasaran digital dan guru tamu ahli, beliau berfokus pada pengembangan standar profesi penjualan dan integrasi teknologi AI untuk memajukan pendidikan vokasi di seluruh Indonesia.
Kehadiran Sekjend KOMISI ini menjadi sinyal kuat bahwa SMKN 20 Jakarta telah mengadopsi standar profesional yang diakui secara nasional, khususnya dalam penguasaan teknologi pemasaran terbaru tahun 2026.
Digitalisasi Vokasi: AI, Narasi, dan Live Commerce
Dalam UKK ini, para siswa diuji pada tiga bidang kompetensi krusial yang menjadi syarat utama tenaga kerja di era ekonomi digital:
Marketing Content Production with AI : Siswa menunjukkan kemahiran menggunakan Generative AI untuk riset pasar dan produksi konten kreatif secara efisien.
Soft Selling Content: Menguji kemampuan siswa dalam merancang narasi pemasaran (storytelling) yang persuasif dan membangun engagement tinggi.
Live Streaming Selling: Simulasi nyata menjadi host dan affiliate profesional, di mana siswa harus mengelola interaksi penonton dan mendorong konversi penjualan secara real-time.
Ahmad Madani, selaku Sekjend KOMISI, memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan kurikulum di SMKN 20 Jakarta.
“Sebagai representasi dari komunitas profesi sales di Indonesia, saya melihat standar yang diterapkan di sini sudah sangat relevan dengan kebutuhan industri. Para siswa tidak hanya belajar cara menjual, tapi menguasai alat (tools) masa depan seperti AI. KOMISI berkomitmen mendukung sekolah yang berani bertransformasi seperti ini,” tegas Ahmad Madani.
Kepala SMKN 20 Jakarta, Indah Sri Wahyuningsih, M.Pd., menyatakan kebanggaannya atas kehadiran pimpinan asosiasi profesi tersebut.
“Kehadiran Pak Ahmad Madani selaku Sekjend KOMISI memberikan validasi yang sangat kredibel bagi lulusan kami. Ini memastikan bahwa 37 siswa kami memiliki kompetensi yang diakui secara industri, bukan hanya secara akademis,” ujarnya.
Imam Gunawan, Guru Bisnis Digital SMKN 20 Jakarta, menambahkan bahwa bimbingan dari praktisi setingkat Sekjend KOMISI memacu motivasi siswa.
“Anak-anak belajar langsung bagaimana menjadi KOL (Key Opinion Leader) dan affiliate yang profesional dari ahlinya,” tambahnya.
Antusiasme terpancar dari para peserta yang merasa ujian ini sangat menantang, namun membanggakan.
Keyza Alzena menyatakan “Diuji langsung oleh Sekjend KOMISI bikin saya makin semangat membuktikan kalau kami bisa jualan live secara profesional.”
Siswa lainnya, Farhanata menyimpulkan bahwa menggunakan AI dalam pembuatan konten di bawah pengawasan praktisi industri memberikan wawasan baru tentang efisiensi kerja digital.
Hal lain diungkapkan Raisya bahwa teknik soft selling yang kami pelajari ternyata sangat dihargai di dunia profesional, ini membuat saya percaya diri untuk berkarir setelah lulus.








Komentar