oleh

‎Bersinergi dengan Ponpes Suryalaya, Sri Radya Keraton Sumedang Larang Tegaskan Peran Keraton sebagai Pusat Budaya Dan Juga  Syiar Islam

Pewarta: Jeky Epsa

‎Koran Sinar Pagi, Sumedang,- Keraton Sumedang Larang terus memperkuat eksistensinya sebagai pusat budaya dan spiritual  dengan menggelar Manaqib rutin awal bulan yang bersinergi dengan Pondok Pesantren Suryalaya.

‎Kegiatan keagamaan yang telah memasuki pelaksanaan keempat ini berlangsung khidmat di lingkungan Keraton Sumedang Larang, Sabtu (3/1/2026), bertepatan dengan Minggu pertama di awal bulan.

‎Dalam suasana penuh kekhusyukan, Sri Radya Keraton Sumedang Larang, R.I. Lukman Soemadisoeria, menegaskan bahwa kegiatan Manaqib bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan sarana tawasul, pembinaan spiritual, serta pelestarian nilai-nilai Islam yang berakar pada sejarah Sumedang Larang.

‎“Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani adalah Sulthonul Auliya, rajanya para wali di dunia. Keteladanan akhlak dan ketakwaannya sangat layak dijadikan panutan umat Islam di seluruh penjuru dunia,” tegas Sri Radya di hadapan jamaah.

‎Sementara itu khidmah ilmiah Manaqib disampaikan oleh KHM. Sirojudin Ruyani, yang mengulas secara mendalam kiprah dan pengaruh besar Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani Q.S dalam membentuk akhlak dan spiritualitas umat Islam lintas zaman.

‎“Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani Q.S merupakan Sulthon Auliya, pemimpin para wali di dunia, dan hingga kini tetap menjadi teladan utama bagi umat Muslim,” jelasnya.

‎Dalam tausiyahnya, KHM. Sirojudin Ruyani juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam rumah tangga. Menurutnya, ketaatan kepada Allah SWT, Rasulullah SAW, dan suami merupakan jalan keberkahan yang bernilai ibadah serta mengantarkan pada keselamatan dunia dan akhirat.

‎Sementara itu, Radya Anom Keraton Sumedang Larang, R. Luky Djohari Soemawilaga, juga menegaskan bahwa keraton memiliki peran strategis tidak hanya sebagai pusat kebudayaan, tetapi juga sebagai centrum syiar keagamaan, sebagaimana peran leluhur Sumedang Larang di masa lampau.

‎“Secara historis, leluhur Sumedang Larang adalah penyebar syiar Islam. Maka hari ini keraton harus kembali menjadi wadah dakwah dan pembinaan spiritual, melanjutkan jejak para pendahulu. Salah satunya melalui kegiatan Manaqib yang digelar rutin setiap bulan pada Minggu pertama,” ujarnya.

‎Ketua Panitia, R. Endi Setiaji, menambahkan bahwa kegiatan Manaqib yang dilaksanakan bersama Ponpes Suryalaya ini merupakan wujud ikhtiar keraton dalam menjaga istiqomah spiritual sekaligus memperkuat keagungan budaya.

‎“Insya Allah kegiatan ini akan terus dilaksanakan secara rutin. Selain menjaga konsistensi dalam beragama, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menguatkan nilai-nilai budaya luhur Keraton Sumedang Larang,” katanya.

‎Melalui kegiatan Manaqib rutin yang sarat nilai spiritual dan historis ini, Keraton Sumedang Larang berharap dapat terus menghadirkan ruang syiar Islam yang berpadu dengan kearifan lokal, sekaligus menjaga warisan sejarah keraton agar tetap hidup, relevan, dan bermakna bagi generasi mendatang. ***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *