Pewarta : Jeky Epsa
koransinarpagionline.com, Sumedang — Bagi masyarakat yang membutuhkan bilik bambu bermotif dan non motif (biasa) untuk keperluan rumah, saung, hingga bangunan tradisional, Desa Mekarsari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, layak menjadi tujuan utama.
Di desa ini, puluhan warga menekuni usaha kerajinan bilik bambu yang dikerjakan secara tradisional namun dengan kualitas yang terus terjaga. Menariknya, bilik bambu hasil karya perajin Mekarsari bisa dipesan sesuai kebutuhan konsumen, baik dari segi motif maupun ukuran.
“Kalau ukuran bisa menyesuaikan pesanan, untuk bilik motif ukuran standar 2 meter x 3 meter. Bilik biasa ( giribig – Sunda) ada yang ukuran 1,5 meter x 3 meter, 2 meter x4 meter, 2 meter x 3 meter. Tapi semuanya bisa dipesan sesuai kebutuhan konsumen,”
ujar salah seorang perajin bilik bambu di Mekarsari, Uho Bukhori (73), yang disampaikan anaknya Aceng, warga Rt.03 Rw.O3, Dusun Babakanembe, Desa Mekarsari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu, ( 28/01)2026).
Motif bilik yang dihasilkan pun beragam, ucap Aceng, mulai dari pola klasik hingga motif kekinian, sehingga cocok digunakan untuk dinding rumah, dapur, warung, saung, maupun dekorasi bernuansa alam. Selain kuat dan ramah lingkungan, harga yang ditawarkan juga relatif terjangkau.

”Kerajinan bilik bambu ini menjadi sumber penghasilan utama bagi sebagian warga Mekarsari, sekaligus upaya melestarikan kearifan lokal di tengah gempuran material modern”, tandas nya.
Dengan kualitas yang baik dan pengerjaan rapi, tak heran jika pesanan bilik bambu dari Desa Mekarsari tidak hanya datang dari wilayah Sukasari dan Sumedang, tetapi juga dari luar daerah Sumedang.***










Komentar