oleh

Air Mata Tumpah di Jalan Pattimura, Ribuan Warga Kota Ambon Ikuti Prosesi Jalan Salib

Pewarta : Anis M

Koran SINAR PAGI, Ambon,- Ribuan warga memadati sepanjang Jalan Pattimura, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Minggu (5/4/2026) dini hari.

Kedatangan mereka untuk menyaksikan drama prosesi penyaliban Tuhan Yesus yang berlangsung penuh khidmat dan emosional.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Jemaat GPM Syaloom Batu Meja Ambon bersama Paduan Suara Ora Et Labora.
Prosesi dimulai dari Gereja Maranatha sekitar pukul 01.00 WIT, kemudian bergerak menyusuri Jalan Pattimura hingga mencapai titik penyaliban di depan Gapura Syaloom Batu Meja sekitar pukul 02.45 WIT.

Sepanjang jalur Via Dolorosa atau jalan penderitaan, suasana terasa begitu dramatis.

Ketegangan memuncak saat adegan cambukan diperagakan oleh prajurit Romawi kepada Yesus yang diperankan oleh Gino Pattihahuan (50).
Teriakan dan tangisan penonton pun tak terhindarkan, mencerminkan kuatnya emosi yang terbangun dari setiap adegan. Sebanyak 59 orang terlibat sebagai pemeran dalam drama tersebut.

Seluruh adegan dirancang sedetail mungkin untuk menghadirkan kembali kisah penyaliban yang diyakini umat Kristen terjadi sekitar 2.000 tahun lalu.
Ketua Paduan Suara Ora Et Labora, Non Tatipikalawan, menegaskan bahwa prosesi ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan sebuah bentuk kontemplasi iman yang mendalam.

Ini bukan cerita fiktif, tetapi kisah nyata yang dihadirkan kembali. Harapannya tidak hanya ditonton, tetapi juga dirasakan, terutama oleh umat Kristen,” ujarnya saat diwawancarai Wartawan.
Ia menjelaskan, setiap adegan yang ditampilkan, mulai dari perjalanan memikul salib hingga penyaliban bertujuan menggugah kesadaran umat akan besarnya pengorbanan Yesus Kristus bagi keselamatan manusia.

Menurutnya, penderitaan yang tergambar dalam prosesi tersebut menjadi simbol pengorbanan Yesus yang menanggung dosa umat manusia melalui perjalanan panjang penuh derita hingga wafat di kayu salib.
Pesan ini penting untuk terus dihidupkan agar setiap generasi memahami makna pengorbanan tersebut,” tambahnya.

Menariknya, kegiatan kontemplasi Jalan Salib ini merupakan yang pertama kali digelar oleh Paduan Suara Ora Et Labora.
Inisiatif ini lahir dari kerinduan untuk menghadirkan refleksi iman yang lebih mendalam, tidak hanya bagi jemaat, tetapi juga masyarakat luas.

Ia juga menekankan bahwa esensi pementasan ini adalah menggugah hati umat, termasuk generasi muda, agar memahami makna pengorbanan dan kebangkitan Yesus Kristus sebagai inti iman Kristen.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Paduan Suara Ora Et Labora dan Panitia Hari-Hari Besar Gerejawi (PHBG) Jemaat GPM Syaloom Batu Meja.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *