oleh

SMAS Unggul Ar Rahman Sukabumi Gandeng Pakar AI Ahmad Madani, Luncurkan Program “Digital Smart Santri” Guna Hadapi Tantangan Smartphone Selama Liburan

(Koran SINAR PAGI)-, SMAS Unggul Ar Rahman Sukabumi yang berlokasi di Jl. Moch Amir KM 9, Bojong Genteng, Parungkuda, Bojong Genteng, Kec. Bojong Genteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sebagai institusi pendidikan Islam dan pondok pesantren unggulan terkemuka di Jawa Barat. Sekolah ini memadukan kurikulum nasional yang berstandar tinggi dengan nilai-nilai kepesantrenan yang luhur. Mengusung disiplin akademik yang ketat dan terukur, SMAS Unggul Ar Rahman secara konsisten mencetak prestasi gemilang, ditandai dengan tingkat keberhasilan alumni mencapai 98% dalam melanjutkan studi ke berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit di Indonesia.

Menyambut masa libur sekolah yang akan berlangsung dari 20 Juni hingga 19 Juli 2026, SMAS Unggul Ar Rahman Sukabumi secara resmi meluncurkan inisiatif edukasi bertajuk “Digital Smart Santri: Strategi Menghadapi Tantangan Teknologi Selama Masa Liburan”. Program strategis ini menghadirkan Praktisi Pemasaran & Vokasi, Ahmad Madani, sebagai fasilitator utama guna membekali para santri kelas 1 dan 2 SMA dengan kecakapan literasi digital tingkat lanjut.

Langkah proaktif ini diambil sebagai respons atas fenomena tingginya durasi penggunaan gawai (screen-time) dan risiko adiksi media sosial (doomscrolling) pada kalangan remaja saat kembali ke lingkungan rumah. Melalui pembekalan ini, paradigma santri digeser dari sekadar Digital Native (konsumen teknologi pasif) menjadi Digital Smart generasi yang memegang kendali penuh atas pemanfaatan teknologi untuk pengembangan diri.

Kepala Sekolah SMAS Unggul Ar Rahman Sukabumi, Ustadz Lukman Hakim, S.HI., menyatakan bahwa ketahanan digital di masa liburan merupakan kunci penting dalam menjaga kualitas intelektual dan spiritual para santri.

“SMAS Unggul Ar Rahman Sukabumi berkomitmen mempertahankan standar akademik kelas atas, yang terbukti dari keberhasilan 98% alumni kami menembus Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Prestasi ini tidak boleh kendur selama libur satu bulan di rumah. Melalui kolaborasi bersama Ahmad Madani, kami ingin memastikan para santri memiliki benteng akhlaqul karimah digital yang kokoh, mampu menyaring informasi, serta memanfaatkan smartphone sebagai instrumen peningkatan kapasitas diri, bukan pelemah hafalan atau fokus belajar,” ungkap Ustadz Lukman Hakim, S.HI.,

Dalam pemaparannya, Ahmad Madani menguraikan tiga pilar taktis yang dirancang khusus untuk psikologi remaja usia SMA:

Hacking the Algorithm (Kendali Digital): Membongkar cara kerja sistem dopamin pada media sosial, serta langkah teknis melatih algoritma akun (TikTok, Instagram, dan YouTube) agar beranda gawai secara otomatis berubah menjadi ruang kelas edukatif yang produktif.

Digital Akhlak & Personal Branding: Membangun kesadaran bahwa jejak digital (digital footprint) merupakan rekam jejak permanen yang berfungsi sebagai CV masa depan saat mendaftar perguruan tinggi, beasiswa, maupun dunia kerja.

High-Value Skills Upgrade: Melatih pemanfaatan praktis aplikasi produktif seperti CapCut untuk editing video, Canva untuk komunikasi visual, serta implementasi cerdas teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk efisiensi belajar mandiri.

Sebagai wujud implementasi nyata, program ini mengunci komitmen para santri melalui aksi bertajuk The 30-Day Digital Challenge. Selama liburan di rumah, setiap santri ditantang untuk memproduksi minimal satu karya digital yang bermanfaat, baik berupa video pendek edukatif, poster dakwah visual, maupun tulisan inspiratif yang akan dievaluasi saat mereka kembali ke pesantren pada 19 Juli 2026.

Informasi yang dihimpun koransinarpagionline.com, Ahmad Madani adalah praktisi digital marketing, trainer, dan mentor profesional yang berfokus pada pengembangan AI Mastery, Prompt Engineering, serta penerapan strategi Answer Engine Optimization (AEO) dan Generative Engine Optimization (GEO).

Saat ini, ia mengemban amanah sebagai Sekretaris Jenderal Asosiasi Komunitas Profesi Sales Indonesia (KOMISI) dan Co-founder Asosiasi Guru Marketing Indonesia (AGMARI). Selain aktif memfasilitasi Pelatihan Dalam Rumah (In House Training) di berbagai lembaga pendidikan, Ahmad Madani juga dipercaya sebagai Juri Nasional dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) bidang Digital Marketing. Ia aktif membagikan pemikiran dan edukasi industri melalui platform LinkedIn, Kompasiana, TikTok dan situs pribadinya di ahmadmadani.id.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *