oleh

6 Janji Hari Buruh Prabowo: Tarif Ojol hingga Rumah Subsidi

Koran SINAR PAGI,- Presiden Prabowo Subianto mengumbar sejumlah janji di hadapan ribuan buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional di Monas, Jakarta (1/5/2026).

Prabowo berjanji buruh dari kalangan mitra pengemudi ojek online akan mendapatkan hasil kerja minimal 92% hingga rumah yang terjangkau bagi buruh.

Berikut sederet janji Prabowo dalam peringatan Hari Buruh

1. Janji Mitra Ojol Dapat Fee 92%

Prabowo menyatakan buruh dari kalangan mitra pengemudi ojek online akan mendapatkan hasil kerja minimal 92%. Artinya, potongan biaya untuk platform pengelola aplikator bakal dipangkas.

“Pembagian pendapatan dari 80% untuk pengemudi sekarang menjadi minimal 92% untuk pengemudi,” kata Prabowo dalam pidatonya.

Menurut Prabowo, selama ini mitra ojol dibebani potongan aplikator dengan persentase tidak sesuai dengan risiko pekerjaannya. “Ojol kerja keras, pojol mempertaruhkan jiwanya setiap hari,” sebut Prabowo.

2. Janji Bentuk Satgas PHK dan Dewan Kesejahteraan Buruh 

Kepala negara tersebut menyatakan telah mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 10 tahun 2026 tentang Satgas mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan Kesejahteraan Buruh.

Prabowo mengungkapkan dengan adanya aturan ini para buruh tidak perlu khawatir lagi karena pemerintah akan membela kepentingan buruh.

“Jangan khawatir, kita akan membela kepentingan buruh, yang diancam PHK kita akan bela dan kita akan lindungi,” ungkap Prabowo. “Kalau ada pengusaha yang menyerah, jangan khawatir, negara kita kuat, kita akan ambil alih, kita akan bela rakyat, jangan khawatir.”

Janji pembentukan Satgas PHK dan Dewan Kesejahteraan Buruh disampaikan Prabowo pada peringatan Hari Buruh tahun lalu. Namun, pembentukan pembentukan tersebut sempat terkendala karena adanya dinamika yang berkembang.

3. Rumah Subsidi bagi Buruh dengan Kawasan Industri

Prabowo menyatakan akan memberikan rumah dengan harga terjangkau bagi buruh. Menurut dia, hingga saat ini negara sudah cukup banyak membangun yakni sebanyak 350.000 rumah dari target 1 juta rumah tahun ini. Prabowo menyebut cicilan rumah tersebut dengan tenor 20 hingga 40 tahun.

“Rumah-rumah ini akan sesuai saran saudara, akan dibuat di klaster  yang dekat dengan kawasan industri, dekat tempat pekerja dan saya sudah rencanakan kita akan bikin kota-kota baru,” ujarnya.

Tak hanya itu, Prabowo menyebut setiap kota akan ada  100 ribu rumah, 100 ribu rumah susun yang dilengkapi dengan sekolah, fasilitas olahraga, daycare, rumah sakit hingga transportasi umum.

“Supaya pekerja bisa masuk ke pekerjaan dengan lancar dan baik, dan saudara kita akan coba nanti buruh yang diberi kartu bisa naik transportasi dengan harga yang sangat ringan,” jelas dia.

4. Kredit Rakyat Bunga 5%

Prabowo mengaku telah memerintahkan bank-bank milik negara untuk menyediakan program kredit rakyat dengan bunga maksimal 5% untuk jangka waktu satu tahun. Prabowo menilai bunga pinjaman rakyat kecil terlalu besar.

“Selama ini rakyat kecil kalau pinjam uang bunganya luar biasa gilanya. Betul? Orang kecil pinjam uang bunganya bisa 70% setahun. Betul?,” kata Prabowo.

“Saya sudah perintahkan bank-bank milik Republik Indonesia sebentar lagi kita akan kucurkan kredit untuk rakyat maksimal, maksimal 5% satu tahun,” lanjutnya.

5. Nelayan Sejahtera

Prabowo menargetkan peningkatan kesejahteraan bagi enam juta nelayan di seluruh Indonesia melalui program 1.386 Kampung Nelayan yang dilengkapi sarana pendukung pada tahun ini.

“Kita tahun ini akan meresmikan 1.386 kampung nelayan. Pertama kali dalam sejarah Indonesia nelayan diurus,” kata Prabowo.

Bahkan Prabowo memastikan pemerintahannya akan melanjutkan lagi program Kampung Nelayan dengan pembangunan 1.500 unit setiap tahunnya hingga empat tahun ke depan.

Presiden menjelaskan perbaikan hidup bagi jutaan nelayan tersebut juga akan berdampak langsung pada kesejahteraan keluarga mereka yang mencapai lebih dari 20 juta jiwa. Pemerintah berkomitmen menyediakan infrastruktur dasar yang selama ini menjadi kendala bagi nelayan kecil saat melaut.

Prabowo juga menyoroti kondisi nelayan yang selama ini kesulitan mendapatkan fasilitas penyimpanan hasil tangkapan. Untuk itu, pemerintah berencana membangun pabrik es di setiap lokasi Kampung Nelayan agar kualitas komoditas perikanan tetap terjaga dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi dari saat ini.

“Yang selama ini mereka susah, mereka melaut tanpa es, sekarang kita bikin pabrik es di tiap Kampung Nelayan. Kita juga akan bantu kapal-kapal untuk mereka,” kata Prabowo.

Sebagai payung hukum perlindungan pekerja perikanan, Presiden Prabowo juga mengumumkan telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 25 Tahun 2026 tentang Ratifikasi Konvensi International Labour Organization (ILO) Nomor 188. Regulasi ini secara khusus mengatur mengenai pekerjaan dalam penangkapan ikan.

6. RUU Ketenagakerjaan Rampung Tahun Ini

Prabowo menegaskan bahwa pemerintah khususnya Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Hukum bersama dengan DPR RI harus menyelesaikan RUU Ketenagakerjaan rampung dibahas dan menjadi Undang-Undang (UU).

“Kalau bisa tahun ini juga harus selesai dan UU itu harus berpihak kepada kaum buruh. Kita berharap UU kita selalu akan menjamin keadilan untuk seluruh rakyat indonesia. Kita juga memberi perlindungan sosial yang sangat besar, tahun ini kita memberi perlindungan untuk rakyat berpenghasilan rendah sebesar Rp500 triliun,” jelas Prabowo.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *