Pewarta : Euis Niki
Koransinarpagionline.com | MAJALENGKA – Program Kelas Khusus Olahraga (KKO) di SMP Negeri 2 Majalengka memasuki tahun kedua pelaksanaan. Program tersebut dinilai menjadi salah satu upaya strategis untuk mengembangkan potensi peserta didik, khususnya anak-anak yang memiliki bakat di bidang olahraga.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, H. Muhamad Umar Ma’ruf, S.Sos., M.Si., mengatakan program KKO telah digagas bersama Dinas Pemuda dan Olahraga sebagai bagian dari upaya meningkatkan pendidikan karakter sekaligus mengembangkan potensi siswa.
“Program kelas khusus olahraga ini sudah kita gagas menjelang dua tahun sekarang. Sudah ada dua angkatan, kelas 7 dan kelas 8,” kata Umar di lokasi, Senin (24/8/2026).
Saat ini, KKO SMPN 2 Majalengka memiliki 32 siswa pada angkatan kelas 8 dan 31 siswa pada angkatan kelas 7. Tingginya animo masyarakat membuat proses penerimaan peserta didik dilakukan melalui seleksi sesuai potensi kecabangan olahraga.
Menurut Umar, peserta KKO tidak hanya diarahkan untuk mengejar prestasi olahraga, tetapi juga mendapatkan pembinaan agar perkembangan pendidikan dan karakternya tetap berjalan seimbang.
Sejumlah cabang olahraga yang menjadi fokus pembinaan antara lain bola voli, renang, atletik, bulutangkis serta taekwondo atau bela diri.
Umar menuturkan, pemerintah akan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan KKO, termasuk dari sisi sarana dan prasarana serta capaian prestasi para peserta didik.
“Banyak potensi yang dimiliki masyarakat Majalengka dari tingkat SD untuk dibangun potensinya di bidang olahraga. Banyak prestasi yang sudah ditorehkan, baik di wilayah Ciayumajakuning maupun di tingkat provinsi,” ujarnya.
Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari pihak sekolah. Kepala SMPN 2 Majalengka, Yusuf Lukman, mengatakan keberadaan KKO sejalan dengan fungsi sekolah dalam mengembangkan potensi peserta didik menjadi kemampuan yang dapat menghasilkan prestasi.
Ia menyebut, selama dua tahun berjalan, terdapat sejumlah perubahan dan perkembangan positif dalam pembinaan siswa, khususnya di bidang olahraga.
“Tahun ini seharusnya 32, tetapi ada yang mengundurkan diri sehingga menjadi 31 orang. Tahun sebelumnya ada 32 orang. Dengan berlangsungnya dua tahun ini, banyak perubahan dan perkembangan yang sangat baik untuk prestasi di bidang olahraga,” ujar Yusuf.








Komentar