Pewarta: Dwi Arifin
(Koran SINAR PAGI)-, Yayasan Al Marwah menyelenggarakan In House Training, Transformasi pembelajaran melalui pendekatan pembelajaran mendalam (Deep Learning) dalam mewujudkan generasi visioner berkarakter. Kegiatan yang diikuti para guru dari perwakilan MTs, SMA dan SMK Al Marwah menghadirkan narasumber dari Pengawas SMA, Tetty Sugiati, S.Pd., M.Pd., Pengawas SMK, Dr. Syarif Hidayat, S.Pd., M.T., dan Imas Rohaeni, M.Pd., Pengawas MTs.

Setelah mengikuti kegiatannya, Kepala SMK Al Marwah, Jamal Shiddieq, S.Kom., menjelaskan tujuan utama pelaksanaan In House Training (IHT) dengan pendekatan deep learning (pembelajaran mendalam) yang ditekankan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) adalah untuk meningkatkan kompetensi guru agar mampu menerapkan strategi pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan bagi peserta didik.

“Misalnya melalui pembelajaran sistem blok sebagai metode pengaturan jadwal dan materi pelajaran. Dengan target supaya para siswa semakin fokus pada satu topik atau mata pelajaran tertentu secara intensif dalam durasi waktu yang lebih panjang dan padat, sebelum beralih ke topik yang lainnya. Contohnya dalam satu hari, pada jam pertama siswa belajar tentang pemrograman, maka mata pelajaran bahasa Inggris di jam keduanya yang akan dipelajari harus berhubungan atau mendukung pembelajaran yang sebelumnya,” jelasnya saat wawancara khusus bersama media cetak & online Koran Sinar Pagi dan Radio Republik Indonesia, di ruang kerjanya, Jl Sindangreret No 30 Bojong Pulus Desa Sukasari, Pamengpeuk, Kabupaten Bandung (15/8/2026)
Sebagai sekolah yang berupaya beradaptasi dengan kebutuhan zaman, saat ini pihak sekolah telah berhasil mengembangkan teknologi di lingkungan pendidiknya. Pihak sekolah telah menerbitkan kartu pelajar dan guru yang lebih modern atau multi fungsi. Kartunya dengan sistem barcode untuk absensi siswa di jam masuk dan keluar. Ke depannya kartu tersebut akan dikembangkan, bukan hanya dapat diakses oleh guru dan pelajar. Tetapi sampai ke orang tua murid agar dapat mengetahui perkembangan anaknya di sekolah secara berkala.

Setelah didukung oleh sarana yang lengkap untuk praktek para siswanya, Jamal Shiddieq, S.Kom., mengungkapkan pihak sekolah berupaya memperluas kerja sama dengan berbagai praktisi dari perusahaan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran hingga lulusannya. Untuk mencapai target kefokusannya mempersiapkan alumninya mudah bekerja.
“Pihak sekolah berupaya menjalin kerja sama dengan perusahaan yang berhubungan dengan kompetensi siswa jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga atau Rekayasa Perangkat Lunak. Khususnya dalam uji kompetensi, guru tamu, guru magang dan PKL / Praktik Kerja Lapangan para siswanya. Pihak sekolah sebelumnya telah dipercaya sebagai penerima bantuan alat praktek siswa dari PT Lima atau perusahan yang fokus pada produk layanan informasi digital,”ungkapnya
Selain berusaha mencetak siswa yang memiliki kompetensi dibidangnya untuk menjadi modal mengisi peluang kerja, setelah mereka lulus. Sebagai sekolah dengan basis pesantren, para guru juga berupaya mendidik agar lulusannya memiliki ciri khas beraklakul karimah, serta minimal hafal 1 juz beserta terjemahnya dan semua bacaan sholat hingga artinya.











Komentar