(Koran SINAR PAGI)-, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, membahas penguatan subsektor kriya yaitu anyaman tikar dan tenun serta pengembangan desa kreatif bersama Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky. Menteri Ekraf juga mendiskusikan sinergi lintas kementerian untuk mendukung pengembangan kawasan Monumen Islam Asia Tenggara (MONISA).
“Tikar ini bisa kita fokuskan lebih dulu. Kalau berhasil, desa-desa lain bisa ikut sehingga menjadi pilot project. Ibu-ibu dapat memperkuat produksi, sementara generasi muda kita dorong menjadi kreator konten dan memasarkan produknya melalui platform digital,” kata Menteri Ekraf dalam audiensi di Gedung Autograph Tower, Jakarta, Senin (3/8).
Menteri Ekraf juga menyampaikan bahwa pada semester kedua 2026 Kementerian Ekraf akan melaksanakan tiga program di Aceh Timur, yaitu Aktivasi Ruang Kreatif untuk meningkatkan kapasitas perajin, Fasilitasi Sarana melalui penyediaan peralatan penunjang produksi, serta Peningkatan Kapasitas SDM bagi generasi muda melalui pelatihan pembuatan konten dan pemasaran digital agar mampu memasarkan produk lokal melalui berbagai platform digital.
Dalam audiensi tersebut, Bupati Aceh Timur turut menyampaikan sejumlah persoalan strategis di daerah, termasuk penanganan pascabanjir yang memerlukan dukungan lintas kementerian. Selain itu, Bupati Iskandar memaparkan rencana pengembangan kawasan MONISA yang dinilai dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat
“Aceh Timur memiliki potensi kriya yang dapat dikembangkan melalui desa kreatif, khususnya anyaman tikar dan tenun. Kami berharap Kementerian Ekraf dapat memberikan arahan dan tindak lanjut agar potensi tersebut berkembang menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat identitas daerah,” ujar Bupati Iskandar.
Turut mendampingi Menteri Ekraf dalam audiensi tersebut yaitu Direktur Fasilitasi Infrastruktur Kementerian Ekraf Fahmy Akmal beserta jajaran Kementerian Ekraf.
Sementara Bupati Aceh Timur didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Aceh Timur Saharani beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Timur.









Komentar