Koran SINAR PAGI,Bandung,- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersiap membuka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 untuk jenjang SD dan SMP. Sejumlah regulasi telah dimatangkan, termasuk teknis pengukuran jarak antara rumah calon siswa dengan sekolah tujuan.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bandung, Asep Gufron, menyebut SPMB rencananya akan diluncurkan pada Senin, 4 Mei 2026. Rapat koordinasi terus dikebut menjelang pembukaan seleksi tersebut.
“Untuk SPMB, nanti secara resmi akan kita launching tanggal 4 Mei,” kata Asep Gufron, Minggu (3/4/2026).
SPMB 2026 menyediakan empat jalur penerimaan. Mulai dari jalur domisili (sebelumnya zonasi), afirmasi, prestasi, hingga jalur mutasi atau perpindahan tugas orang tua.
Khusus jalur domisili, Disdik Bandung menerapkan aturan teknis yang spesifik. Jarak dihitung berdasarkan titik koordinat tiang bendera sekolah dengan rumah calon murid yang mendaftar.
“Zonasi masih. Kalau SD, jaraknya 1 kilo radiusnya, SMP 3 kilometer. Kita di Bandung hitungan titiknya di tengah tiang bendera. Itu titik koordinatnya,” ujarnya menambahkan saat ditanya soal patokan jarak untuk jalur zonasi.
Selain soal jarak, Asep mengungkapkan adanya perubahan skema kegiatan belajar mengajar (KBM) pada tahun ajaran mendatang. Nantinya, KBM SD maupun SMP dibatasi maksimal dua shift, memangkas praktik tiga shift yang masih ditemukan di beberapa sekolah.
“Dulu kan ada shift pembelajaran itu ada yang sampai tiga shift, nah jadi sekarang dibatasi hanya dua shift. Akhirnya ada konsekuensinya, Pemerintah Kota Bandung harus nambah ruang kelas baru. Tapi kita optimis di tahun sekarang akan nambah ruang kelas baru,” pungkasnya.








Komentar