Pewarta: Dwi Arifin
(Koran SINAR PAGI)-, Jawa Barat memiliki Gubernur Baru untuk tahun 2025-2030 ke depan. Melalui tema pembangunannya “Jabar Istimewa”, Gubernur Jabar mengarahkan para kepala sekolah di Jabar membentuk para pelajar agar menerapkan kehidupan Panca Waluya.
Dari berbagai jejak rekam pengalaman dan prestasi yang diraih oleh Lina, S.Pd., M.T., pemerintah provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan Jawa Barat memilih dan menugaskan Lina, S.Pd., M.T., untuk safari ke berbagai sekolah di Kabupaten dan Kota wilayah Bandung Raya untuk menjadi narasumber In House Training / IHT Pendidikan Karakter Panca Waluya.
SMAN 1 Majalaya Kabupaten Bandung dan SMAN 11 Kota Bandung, ke dua sekolah tersebut menjadi lokasi untuk berbagi ilmu dan pengalaman dalam menerapkan pendidikan karakter Panca Waluya di satuan pendidikan tingkat menengah.
Dalam menjalankan amanah sebagai narasumber IHT Pendidikan Karakter Panca Waluya, Lina, S.Pd., M.T., Kepala SMAN 1 Padalarang Bandung Barat berupaya menjelaskan arah kebijakan gubernur Jawa Barat untuk pembentukan karakter siswa. Mencontohkan berbagai praktik baik untuk mendukung pembentukan generasi Panca Waluya. Serta membuka interaktif secara langsung dengan para guru atau kepala sekolah, tentang masalah atau tantangan yang berbeda-beda dari setiap sekolah dalam menerapkan program pemerintah provinsi Jawa Barat atau mencarikan solusi dari kenakalan remaja yang muncul di sekolah.

Informasi yang dihimpun Koran SINAR PAGI, Lina, S.Pd., M.T., sempat ditugaskan oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat sebagai kordinator Guru Kunjung/Pendamping dalam kegiatan Pendidikan Karakter Panca Waluya Jabar Istimewa Angkatan 1 sejak 4 Mei 2025 di Depo Pendidikan Bela Negara Rindam III Siliwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Serta memiliki pengalaman tambahan dengan aktif berorganisasi sebagai pitaloka di ormas kesundaan Angkatan Muda Siliwangi yang berkantor pusat di Kota Bandung. Membuat dirinya memahami betul karakter asli orang Sunda dan apa yang diharapkan ke depanya. Dengan arah pembangunan Jawa Barat yang memprioritaskan pembentukan karekter asli Sunda, dengan menumbuhkan kepribadian Panca Waluya, khususnya pada generasi muda dan umumnya warga masyarakat yang menetap di Jawa Barat.
Selain itu, pengalaman organisasi lainnya, sebagai tim Departemen Pengembangan Profesi, Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia yang membawa dirinya dapat terhubung dengan berbagai kepala sekolah lintas provinsi lain di Indonesia. Hal tersebut mematangkan keterampilannya dalam mengelola sekolah untuk membangun layanan pendidikan yang terbaik bagi guru, siswa atau masyarakat.










Komentar