Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)
Kang Dedi Mulyadi (KDM) selalu hadir provokadik, provokasi yang mendidik. Dalam ceramahnya di hadapan sejumlah entitas penting di Jawa Barat, bertempat di IPDN, Jatinangor. Ia sangat menyengat dan memberi pencerahan.
Diantara pesan menyengatnya adalah kewaspadaan pada bangsa kita yang akan selalu kalah oleh bangsa lain. Mengapa? Karena Barat minded atau memiliki mental inferiority complex. Mengikuti bangsa lain, latah dan merasa benar.
KDM seolah mengatakan bangsa kita bagaikan “Menuju Tempat Yang Ditinggalkan Bangsa Lain”. Artinya bangsa kita harus waspada, apa yang kita impikan adalah suatu realitas yang sudah usang dan ditinggalkan bangsa lain.
Disaat bangsa lain sudah kembali ke dunia ekologi dan menciptakan lingkungan alam yang sehat. Bangsa kita masih menggunduli hutan, membangun di daerah pesawahan dan menimbun aliran sungai. Bangsa kita menebang pohon, bangsa lain sudah punya hutan baru. Waspadalah!
Fakta sejarah mengatakan disaat bangsa bangsa Arab masih berkonflik dan berperang antar suku. Disaat Nabi Muhammad SAW berusaha menciptakan perdamaian di tanah Arab, di tanah Sunda sudah hidup penuh harmoni.
Budaya perang dan saling bunuh antar sahabat sebagaimana terjadi di bangsa Arab, tidak terjadi di tatar Sunda. Mengapa? Karena orang Sunda sudah punya budaya yang jauh lebih elok dibanding budaya Arab saat itu.
Waspada bagi bangsa kita jangan sampai kita terkecoh, mengidolakan bangsa lain padahal mereka tidak lebih baik dari kita. Mandiri, percaya diri, menggali potensi terbaik dari bangsa sendiri jauh akan lebih baik. Baju atau pakain kita lah yang pas untuk tubuh kita.
Dalam teori kesadaran waspada pula. Jangan sampai kita berharap ke suatu tempat bernama Surga. Padahal bangsa lain sudah meninggalkan imajinasi terkait Surga dan membuat Surga realitas dalam kehidupan nyata. Tidak memburu Surga kelak, tapi menciptakan Surga realitas dalam ridha_Nya.
Kesadaran manusia beragama adalah membawa pesan Tuhan untuk menjadi manusia bermanfaat bagi sesama dan lingkungan, menciptakan Surga realitas di dunia. Bukan berharap, bermimpi, berimajinasi akan masuk Surga kelak. Imajinasi Surga tidak lebih baik dari menciptakan Surga realitas di dunia.
KH Syaiful Karim mengatakan “Ahli Surga datang dari Surga”. Siapa ahli Surga itu? Tiada lain adalah orang orang yang berbuat, berkarya dan meninggalkan legacy terbaik bagi umat manusia dan alam sekitar. Ahli Surga adalah pelahir cinta, kasih sayang dan membawa pesan Tuhan di alam nyata.
KDM mengatakan, “Saya tak peduli dianggap musyrik, tapi saya ingin sawah, hutan, sungai, alam lingkungan terpelihara dan terawat dengan baik, agar bermanfaat pada kehidupan manusia”. Siapa saja yang merusak lingkungan dan berdampak pada keselamatan manusia, sekali pun mengaku beragama, mereka adalah bohong.








Komentar