oleh

Masuk BJB, Susi Pudjiastuti Langsung Bidik Pasar Pinjol Jawa Barat

Pewarta : Tim Liputan

Koran SINAR PAGI,Bandung,- Susi Pudjiastuti langsung memasang target tinggi usai didapuk sebagai Komisaris Utama Independen Bank BJB. Meski penetapannya masih menunggu uji kelayakan dan kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Susi ingin mengambil alih pangsa pasar pinjaman online (pinjol) di Jawa Barat.
Menurut Susi, potensi ekonomi Jawa Barat yang besar, terutama dari sektor UMKM dan wilayah pesisir, menjadi modal kuat bagi Bank BJB untuk berkembang lebih agresif.

“Jabar dengan penduduk yang besar pantai utara dan selatan sangat panjang, UMKM salah satu kekuatan masyarakat jawa barat, contoh Pangandaran itu PDB penduduknya bagus. Kalau bisa kultur ini ditularkan ke semua bagian,” ujar Susi usai RUPST Bank BJB di Gedung Pakuan, Bandung, Selasa (28/4/2026).

Ia mengakui, latar belakangnya selama ini lebih banyak berkutat di sektor perikanan, pariwisata, dan penerbangan. Karena itu, ia menegaskan pentingnya menjaga integritas, termasuk menghindari potensi konflik kepentingan.

“Saat ini saya hanya mengerti di bidang perikanan, pariwisata, penerbangan, tapi harus hati-hati saya punya perusahaan penerbangan dikira nanti ada konflik of interes dan saya tidak mau ada dugaan itu,” katanya.

Fokus utama yang ingin ia dorong adalah penguatan sektor riil mulai dari petani hingga nelayan sekaligus menghadirkan solusi keuangan yang lebih adil bagi masyarakat, salah satunya terkait pinjol.

Susi ingin agar Bank BJB bisa mengambil alih pangsa pasar pinjol di Jawa Barat. Sebab Jawa Barat diketahui menduduki peringkat pertama pengguna pinjol, termasuk besaran utangnya.

“Jadi pikir dulu petani, petambak, nelayan, guru, petani garam, besar dan salah satu yang saya lihat kemarin saya tidak tahu apakah memungkinkan atau tidak, pinjol di Jabar kalau bisa ditake over bjb. Itu mimpi saya, seharusnya bisa,” ungkapnya.

Susi bahkan sempat melontarkan pertanyaan langsung kepada Direktur Utama Bank BJB, Ayi Subarna, terkait kemungkinan tersebut.

“‘Bisa ya pak dirut?” tanya Susi.

“Bisa dijawab,” sahut Ayi.

Dengan optimisme tinggi, Susi meyakini langkah tersebut bukan hal mustahil. Ia bahkan memasang target ambisius di tahap awal yakni mengambil alih 50 persen pengguna pinjol untuk menjadi nasabah Bank BJB.

“Besar sekali, kalau itu bisa ditake over oleh Jawa Barat, 50 persen target pertama saya yakin bisa dan kita membantu orang, menurunkan bunga yang tidak setinggi pinjol,” tegasnya.

Namun demikian, ia menyadari langkah tersebut membutuhkan proses dan dukungan kebijakan yang kuat, termasuk pengaturan terhadap praktik pinjol di daerah.

“Tapi tentu ini ada tahapannya dan mungkin Pak Gub harus meminta cara membatasi pinjol di Jabar agar bjb bisa ambil porsi. Hal-hal seperti itu,” Ujarnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *