Oleh: Emy (Ibu rumah tangga)
Polisi menangkap dua dari lima pelaku pengeroyokan terhadap seorang pelajar bernama Ilham Dwi Saputra (16 tahun) di jalan Banyu Urip, Caturharjo, Pandak, Kabupaten Bantul. Dwi sempat dirawat lalu dinyatakan meninggal akibat luka yang dideritanya. Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan dua orang pelaku, yakni BLP (laki-laki, 18 tahun) asal kretek, Kabupaten Bantul, dan YP (laki-laki,21 tahun) asal Bambanglipuro, kabupaten Bantul telah ditangkap. “Terhadap kedua pelaku tersebut saat ini telah dilakukan pernahanan di Polres Bantul,” kata Rita saat dikonfirmasi, Selasa (21/4). Masih ada lima pelaku lainnya yang buron. Polisi telah mengantongi identitas kelimanya. Rita mengatakan korban merupakan warga Pandak, Bantul.
JPW, Baharudin Kumba, mengatakan dari informasi yang dihimpun, pada malam kejadian Ilham dijemput dua orang menggunakan sepeda motor N-Max. Ilham dibonceng oleh dua orang tak dikenal. Menurut JPW, perbuatan yang dilakukan oleh pelaku sudah direncancanakan. Di lokasi korban dikeroyok secara sadis, brutal, keji tidak manusiawi, dan tanpa ampun oleh para pelaku. Korban dipukul menggunakan selang, paralon, hingga disundut dengan rokok. Bahkan korban digilas menggunakan motor berulang kali,” ujarnya. Baharuddin menilai kasus ini layak diterapkan dengan pasal pembunuhan berencana, bukan hanya penganiayaan atau pengeroyokan biasa. “Layak bagi pihak kepolisian dalam hal ini polres Bantul, menetapkan pembunuhan berencana”, pungkasnya.
Berita kriminalitas kian hari semakin marak, yang lebih miris lagi tindakan kriminal lebih banyak dilakukan oleh remaja bahkan pelajar yang masih dibawah umur.Motif yang memicu perselisihan biasanya diawali dengan hal yang sepele, dari mulai saling ejek, saling hina dan ujung-ujungnya terjadi pengeroyokan yang berujung pembunuhan. Dalam masalah ini, faktor yang utama yang sangat berperan adalah keluarga, biasanya hal ini terjadi pada keluarga yang bermasalah atau broken home. Kurangnya perhatian dan kasih sayang dari orang tua, anak hanya dimanjakan dengan uang sehingga anak mencari kesibukan diluar rumah dan berusaha mencari jati dirinya ujung-ujungnya terperosok pergaulan yang salah arah. Memperhatikan kasus diatas jelas menjadi PR bagi orang tua, agar mendidik anak supaya tidak terjerumus kedalam pergaulan yang dapat merugikan dirinya dan juga orang lain, apalagi sampai melakukan hal-hal yang menjurus kriminal. Menanamkan akidah sejak dini itu sangat penting, supaya anak tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia sesuai harapan ayah dan bunda.
Tapi, selama negeri yang mayoritas muslim ini mengadopsi sistem Sekulerisme membentuk anak yang berakhlak mulia itu sangat sulit. Kehidupan sehari-hari mereka dipisahkan dari agama, sehingga mereka bebas berbuat sesuatu sesuai kata hatinya tanpa ada sekat norma-norma agama. Oleh sebab itu, para remaja mudah terjerumus kedalam hal-hal yang berkaitan dengan kriminal karena tidak dibentengi dengan keimanan.
Dalam hal ini, disamping orang tua negara juga bertanggung jawab atas para generasi muda. Karena Bangkit dan runtuhnya peradaban bisa dilihat dari kualitas para pemudanya karena, masa depan negara ada dipundak para generasinya. Dalam sistem Islam, negara akan memberikan perhatian kepada remaja, khususnya dalam sektor pendidikan. Negara akan menerapkan kurikulum pendidikan berbasis akidah Islam, dengan itu maka para generasi akan mempunyai pola fikir dan pola sikap yng yang sesuai dengan syariat Islam, sehingga para pemuda tidak tergelincir kedalam kemaksiatan.
Dalam pandangan Islam, pengeroyokan apalagi sampai menghilangkan nyawa adalah dosa besar. Karena, menghilangkan satu nyawa manusia tanpa dilandasi alasan tertentu dianggap membunuh seluruh umat Manusia didunia. Oleh karena itu, Islam menekankan keadilan dan tanggung jawab. Pelaku pembunuhan harus dihukum secara adil dan membuat efek jere, sehingga kejadian serupa tidak dilakukan lagi. Oleh sebab itu, sudah saatnya kita kembali kepada sistem Islam yang dapat memberikan kenyamanan, dan ketertiban dalam berbagai bentuk kriminal.
Wallahu alam Bis’showab








Komentar