Penulis: Dr. Tomy Michael, S.H., M.H.,
(Ketua Prodi S1 Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya)
Semakin jauh dari usia kelahiran, maka rasa mendekati tua itu semakin menjadi dan banyak cara menolak tua itu. Bisa dengan cara alamiah dan cara sintesis. Kemerdekaan bangsa Indonesia saat ini menjadi bagian penting dalam memberikan kelanjutan hidup. Kemerdekaan akan menjadi bagian penting ketika rasa semangat semakin menurun.
Kemerdekaan dalam perspektif pendidikan tinggi yaitu adanya kombinasi teori dan praktik, sehingga mahasiswa menjadi siap dan sangat siap. Definisi siap adalah penerimaan mereka terhadap permasalahan yang linier dengan keilmuannya sedangkan sangat siap yaitu adanya kemampuan kompleks dalam memberikan dukungan bagi masyarakat.
Kemerdekaan bagi dosen juga menjunjung kebebasan akademik secara tanggung jawab, dimana segala hal yang bersifat manusiawi ala Platon bersatu di dalamnya. Sintesis itu tetap membutuhkan negara sebagai pelaksana keinginan dari masyarakat dam masyarakat tetap pemegang kedaulatannya.
Tidak ada yang salah dengan lomba panjat pohon pinang, lomba balap karung atau lomba tarik tambang. Kegembiraan tidak dapat digantikan dengan sifat emosi dan penolakan yang masif. Kembali pada sifat alamiah manusia adalah kecenderungan yang tidak bisa dihindari.
Apabila kita menjadikan kemerdekaan sebagai bagian yang tidak bisa terpisahkan, maka akan ada romantisme masa lalu. Kemerdekaan patut disyukuri, tetapi kehidupan bernegara harus tetap bersifat masa depan. Tidak akan meninggalkan asal muasal Indonesia.
Pada era digital, makna kemerdekaan menghadapi tantangan baru. Arus informasi yang begitu cepat dapat menjadi sarana mencerdaskan masyarakat, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan kebohongan, ujaran kebencian, maupun polarisasi sosial. Oleh sebab itu, kemerdekaan di ruang digital perlu disertai literasi digital, etika berkomunikasi, dan kemampuan berpikir kritis agar kebebasan berekspresi tetap berada dalam koridor tanggung jawab.
Nilai-nilai kemerdekaan juga harus diwariskan kepada generasi muda, bukan hanya melalui upacara ataupun perlombaan, tetapi melalui keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Pembagian generasi yang terlihat masa kini menciptakan sikap perundungan dimana tiap generasi seolah-olah benar.
Sikap menghargai perbedaan, semangat gotong royong, integritas, dan kepedulian terhadap sesama merupakan bentuk nyata pengisian kemerdekaan. Dengan demikian, kemerdekaan tidak berhenti sebagai kenangan sejarah, tetapi terus hidup dalam tindakan setiap warga negara.
Pada akhirnya, kemerdekaan selalu menemukan jalannya sendiri. Ia hadir dalam semangat belajar, bekerja, berkarya, dan mengabdi bagi bangsa. Kemerdekaan bukan sekadar kebebasan dari penjajahan, melainkan kemampuan untuk terus memperjuangkan kehidupan yang lebih bermartabat, adil, dan sejahtera. Selama nilai-nilai tersebut tetap dijaga, kemerdekaan akan terus memiliki makna bagi setiap generasi Indonesia. Merayakan kemerdekaan dengan kegembiraan adalah memaknai yang baik. Kemerdekaan pada akhirnya selalu berjuang dengan jalannya sendiri.









Komentar