Pewarta: Dwi Arifin
(Koran SINAR PAGI)-, Kader Partai Golkar diingatkan kembali untuk terus memperluas kaderisasi hingga ke tingkat RT/RW, serta aktif memberikan manfaat kepada masyarakat. Hal itu menjadi arahan khusus dari petinggi partainya saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang.
Pada Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang tersebut, menetapkan Hj. Yuslita Sumartini Bilqis sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang periode 2025–2030, secara aklamasi. Setelah calon ke II nya, Sonia Sugian mengundurkan diri.
Pelaksanaan Musda yang berlangsung mendapat apresiasi dari Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, Daniel Mutaqien Syafiuddin.
Menurutnya, pelaksanaan Musda di Kabupaten Sumedang menunjukkan kedewasaan politik dan kualitas kader Partai Golkar di daerah. Daniel mengatakan, Musda ke-XI DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang digelar di wilayah Kabupaten Sumedang.
Hal tersebut berbeda dengan pelaksanaan sejumlah Musda sebelumnya yang digelar di Kantor DPD Partai Golkar Jawa Barat, Jalan Maskumambang, Kota Bandung.
“Saya pribadi mengapresiasi kedewasaan berpolitik kader-kader Partai Golkar Kabupaten Sumedang. Dari Musda yang sudah berjalan di 12 kabupaten/kota di Jawa Barat, dinamikanya cukup menarik, dan salah satunya ada di Kabupaten Sumedang. Di sini luar biasa sekali,” jelasnya Daniel saat menyampaikan sambutannya kepada para peserta Musda di Hotel Puri khatulistiwa Jatinangor, Sumedang, Selasa 6 Oktober 2026.
Daniel juga memberikan apresiasi kepada Jafar Sidik yang sebelumnya telah memimpin DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang selama dua periode.
Menurutnya, capaian Partai Golkar pada Pemilu Legislatif menjadi salah satu bukti keberhasilan konsolidasi partai di Sumedang. “Terbukti perolehan kursi di DPRD, Partai Golkar mendapatkan 10 kursi,” ungkapnya.
Daniel menegaskan bahwa Partai Golkar tidak menghindari proses demokrasi. Namun, menurutnya, musyawarah dan mufakat juga merupakan bagian penting dari demokrasi yang harus dijunjung tinggi dalam proses regenerasi kepemimpinan partai.
“Saya pribadi tidak menghindari demokrasi. Tetapi musyawarah mufakat adalah bagian dari demokrasi. Oleh karena itu, untuk kabupaten/kota, selalu berkomunikasi dengan pusat agar suasananya kondusif,” tuturnya.
Ia berharap seluruh energi kader dapat diarahkan untuk memperkuat organisasi dan menghadapi agenda politik yang lebih besar, khususnya Pemilu 2029.
“Setelah Musda ini, Kita tidak perlu ada energi yang terbuang sia-sia. Konsentrasikan pada proses Pemilu 2029,” tegas Daniel.

Dengan terpilihnya, Hj. Yuslita Sumartini Bilqis sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang periode 2025–2030, Daniel meminta seluruh kader segera bersatu. Ia menekankan bahwa terpilihnya satu calon ketua harus dipandang sebagai kemenangan seluruh keluarga besar Partai Golkar Kabupaten Sumedang, bukan kemenangan kelompok atau kubu tertentu.
“Saya minta, dengan kemenangan satu calon ketua DPD, menjadi kemenangan seluruh kader Partai Golkar Kabupaten Sumedang. Tidak ada kemenangan kubu,” katanya.
Daniel bahkan menegaskan tidak ingin mendengar adanya kelompok-kelompok yang saling berseberangan setelah Musda berakhir. “Saya tidak mau mendengar ada kelompok berseberangan di tubuh Golkar Sumedang. Ini harus dianggap sebagai dinamika kecil dalam berpolitik. Maka berbagai kekuatan atau pihak, harus diakomodir dalam kepengurusan partai ke depan. Sebelum nanti saya yang akan tanda tangan SK Kepengursannya,” ujarnya.
Menurut Daniel, perbedaan pilihan dalam proses Musda merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi politik.
“Sehingga usai berkompetisi dan terpilih satu menjadi pemimpinnya, maka harus segera bersatu, menyatukan kekuatan yang ada untuk memenangkan Partai Golkar di Kabupaten Sumedang,” katanya.
Ia berharap kekuatan seluruh kader yang telah disatukan dapat membawa peningkatan signifikan pada perolehan kursi legislatif pada Pemilu 2029.
“Saat ini ada 2 legislator DPRD Jabar dan 2 DPR RI yang berasal dari daerah pemilihan Sumedang. Saya minta, di Pemilu 2029 nanti naik menjadi 20 kursi di DPRD Sumedang,” tegasnya.
Target tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Hj. Yuslita Sumartini Bilqis untuk memperkuat konsolidasi organisasi, merawat soliditas kader, serta meningkatkan kerja-kerja politik di tengah masyarakat.










Komentar
1 komentar