oleh

Baznas bersama Pemkab Majalengka Jalankan Program Beasiswa Satu Desa Satu Sarjana

Pewarta : Euis Niki

Koransinarpagionline.com | Majalengka – Beasiswa Satu Desa Satu Sarjana mulai membuka jalan lebih lebar bagi anak-anak desa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Program yang dijalankan BAZNAS Kabupaten Majalengka bersama Pemerintah Kabupaten Majalengka itu tidak hanya meringankan biaya kuliah, tetapi juga diharapkan memunculkan lebih banyak sarjana dari desa.

Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari kolaborasi untuk mendukung cita-cita pembangunan daerah melalui peningkatan akses pendidikan.

“Bantuan ini merupakan bentuk kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam mewujudkan cita-cita Bupati dan Wakil Bupati melalui program Satu Desa Satu Sarjana,” ujar Agus seusai penyerahan beasiswa secara simbolis kepada sembilan mahasiswa Politeknik Mardira Indonesia, Rabu (30/9/2026).

Ia mengatakan bantuan pendidikan yang disalurkan BAZNAS merupakan amanah dari para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya. Karena itu, para penerima diminta memanfaatkan bantuan tersebut secara serius untuk mendukung pendidikan dan masa depan mereka.

“Ini adalah amanah dan titipan dari para muzaki yang telah menitipkan zakatnya melalui BAZNAS Kabupaten Majalengka,” katanya.

Agus berharap mahasiswa penerima beasiswa tidak berhenti pada keberhasilan menyelesaikan kuliah. Mereka juga diharapkan mampu berprestasi, memiliki integritas, dan kelak memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Harapan kami, para mahasiswa penerima bantuan ini dapat menjadi mahasiswa yang berprestasi dan nantinya memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia bahkan berharap penerima beasiswa suatu hari dapat berada di posisi sebaliknya, yakni menjadi muzaki yang ikut membantu masyarakat lain.

Bagi mahasiswa penerima, beasiswa tersebut menjadi bantuan konkret di tengah kebutuhan biaya pendidikan. Rizki Nurdiansyah, mahasiswa Teknologi Rekayasa Multimedia asal Desa Cibuluh, Kecamatan Argapura, mengaku bantuan BAZNAS membuat beban kuliahnya lebih ringan.

“Alhamdulillah, ketika ada beasiswa ini semuanya jadi lebih ringan. Ada backup dari Baznas,” ujar Rizki.

Hal serupa dirasakan Aida Nur Aenia, mahasiswa semester tujuh di salah satu mahasiswa perguruan tinggi di majalengka. Berasal dari keluarga sederhana, Aida sejak awal kuliah aktif mencari dukungan beasiswa untuk membantu kebutuhan pendidikannya.

“Sangat membantu karena saya juga dari keluarga yang biasa-biasa saja. Dari awal masuk kuliah saya mencari beasiswa dan alhamdulillah kali ini berkesempatan mendapatkan program ini. Bantuan ini cukup di luar ekspektasi saya,” kata Aida.

Bagi mahasiswa penerima, program Satu Desa Satu Sarjana bukan sekadar bantuan biaya kuliah. Program tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa anak-anak desa memiliki kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi dan, setelah menyelesaikan studi, membawa pengalaman serta pengetahuannya kembali untuk memberi manfaat bagi lingkungan asalnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *