Pewarta: Jeky Epsa
Koran Sinar Pagi, Sumedang —
Barisan Adat Raja Sultan Nusantara ( Baranusa) Pajajaran memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 sekaligus menggelar Deklarasi Pengukuhan Pengurus Baranusa Pajajaran Provinsi Jawa Barat Tahun 2025, Sabtu (6/2/25). Kegiatan berlangsung dalam dua rangkaian, dimulai di Keraton Sumedang Larang dan dilanjutkan secara resmi di Gedung Negara.
Sejak pagi, Keraton Sumedang Larang dipadati anggota Baranusa, tokoh adat, budayawan, serta masyarakat yang hadir mengikuti prosesi budaya. Beragam kesenian Sunda ditampilkan, mulai dari gamelan, pupuh, hingga parade pakaian adat yang menciptakan suasana sakral.
Ketua Baranusa Pajajaran Jawa Barat, Uly Sigar Rusady biasa dipanggil Bunda Uly, menyampaikan bahwa perjalanan empat tahun organisasi menjadi bukti komitmen Baranusa dalam pelestarian budaya dan penguatan peran masyarakat adat.
“Empat tahun ini adalah perjalanan penuh dedikasi. Pengukuhan pengurus baru menjadi penanda kesiapan Baranusa untuk melangkah lebih tertata dan bermanfaat,” ujarnya.
Prosesi pengukuhan pengurus berlangsung khidmat. Para pengurus membacakan ikrar kesetiaan dan menerima penyerahan pataka sebagai simbol estafet kepemimpinan.
Tokoh adat dan budayawan, Radya Anom Raden Luky Djohari Soemawilaga, mengapresiasi konsistensi Baranusa dalam menggerakkan pelestarian budaya. Menurutnya, kehadiran generasi muda yang terlibat aktif menjadi indikator positif keberlanjutan adat di Jawa Barat.
Rangkaian acara kemudian berlanjut di Gedung Negara dengan pertunjukan seni tradisional, seperti pencak silat dan tari Sunda. Acara ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas perjalanan organisasi.
HUT ke-4 Baranusa Pajajaran menegaskan posisi organisasi sebagai salah satu penggerak pelestarian budaya Sunda yang semakin solid dan berkomitmen memasuki tahun 2026.***
Barisan Adat Raja Sultan Nusantara ( Baranusa) Pajajaran Gelar HUT Ke-4 dan Kukuhkan Pengurus Jawa Barat 2025










Komentar