(Koran SINAR PAGI)-, Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, Purworejo, Jawa Tengah, resmi menjadi saksi sejarah dunia dalam syiar Islam inklusif. Pesantren asuhan K.H. Achmad Chalwani Nawawi ini terpilih sebagai tempat penyerahan penghargaan bergengsi Guinness World Records (rekor dunia) dalam acara penutupan Grand Final Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Lomba Dakwah Disabilitas Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) pada Jumat malam.
Sebelum penyerahan simbolis rekor dunia berlangsung, Ketua Umum Pimpinan Pusat MDI, K.H. Khairul Anam, menyampaikan bahwa penghargaan internasional ini dianugerahkan karena kompetisi keagamaan ramah disabilitas tersebut berhasil memenuhi 80 item standarisasi penilaian dunia yang sangat ketat, sebuah capaian baru yang belum pernah diraih oleh negara lain sebelumnya di bidang ini dan terjadi di Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, Purworejo.
“Jujur saja, ketika setahun yang lalu, MDI meraih rekor muri MTQ, saya tenang-tenang saja. Syaratnya sangat simpel. Tapi, hari ini, untuk meraih Guinness World Records, bayangkan, ada 80 item yang harus diisi. Satu saja tidak terisi, dia tidak lolos. Dijelaskan satu persatu, disabilitas ini, murottal itu apa, tilawah itu apa, tahfidz itu apa. Sehingga program yang sangat luar biasa dan baru terjadi di seluruh dunia itu terjadi di Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan ini. Dan itu tidak lain adalah prakarsa Majelis Dakwah Islamiyah,”jelasnya.
Ia mengaku terenyuh menyaksikan kegigihan dan kemampuan spiritual luar biasa dari para peserta difabel yang didominasi pelajar dari berbagai provinsi di Indonesia ini. Sehingga, pihaknya pun berkomitmen untuk memberikan beasiswa hingga SLTA bahkan sarjana.
“Ketika proses ini berjalan, saya kadang-kadang sulit menahan air mata. Saudara kita yang disabilitas ini bukan kekurangan, tapi diberi kelebihan oleh Allah Swt. Mereka yang tartil, yang tilawah sudah ada yang hafal 30 juz di luar kepala. Mereka banyak yang masih sekolah. Tolong yang juara-juara ini, kita berikan beasiswa. Paling tidak sampai di SLTA. Sukur-syukur sampai jadi sarjana, kita beri beasiswa. Tuturnya diiringi haru,”ungkapnya

Menurutnya, pencapaian tersebut bukan hanya pencapaian dunia, tetapi juga pencapaian akhirat. Sebab ia meyakini bahwa mereka yang mengagungkan Al-Qur’an akan diagungkan oleh Allah Swt.
“Insya Allah malam hari ini, kita yakin, bukan saja rekor dunia, tapi rekor akhirat sekaligus terpecahkan di sini. Karena ini ada Musabaqah Tilawatil A-Qur’an. Yakinlah, kalau kita mengagungkan Al-Quran, membesarkan Al-Qur’an, Allah akan membesarkan kita dan mengagungkan kita,”ucapnya
Lebih lanjut, Wakil Ketua Lembaga Dakwah PBNU ini turut mengungkapkan rasa takzim dan terima kasih yang mendalam kepada pengasuh dan segenap santri Pondok Pesantren An-Nawawi Purworejo serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Terakhir, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan acara ini, teristimewa buat Romo Kiai Chalwani Nawawi. Nuwun pangapunten, Yai. Niki ngerepoti terus-terusan niki. Pinten-pinten dinten teng meriki. Sekali lagi, mudah-mudahan ini semua menjadi amal kebaikan bagi kita semua,” katanya.
Malam puncak yang dihadiri oleh ribuan pasang mata ini dipungkasi secara khidmat dengan pembacaan do’a yang dipimpin langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi, K.H. Achmad Chalwani Nawawi, guna memohon keselamatan bangsa dan keberkahan Al-Qur’an bagi seluruh umat.
(Sumber: annawawiberjan.id)








Komentar