oleh

Ratusan Santri dari 18 Rumah Tahfizh se-Kabupaten Bekasi Ikuti Wisuda Akbar Khotmil Qur’an

Koran SINAR PAGI,Bekasi,- Pemerintah Kabupaten Bekasi terus mendorong penguatan karakter generasi muda melalui pendekatan keagamaan. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan Khotmil Qur’an yang diselenggarakan Forum Komunikasi Rumah Tahfizh (FK RTQ) Kabupaten Bekasi 1447 Hijriah di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, pada Minggu (03/05/2026).

‎ Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, menyampaikan bahwa momentum khatam Al-Qur’an menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi yang tangguh dan berintegritas.

‎ Menurutnya, proses menghafal Al-Qur’an mengajarkan ketekunan, kesabaran, serta konsistensi dalam mencapai tujuan.

‎ “Khatam Al-Qur’an bukan sekadar capaian hafalan, tetapi juga mencerminkan ketahanan diri dan komitmen dalam menjalani proses panjang pembelajaran,” ujarnya.

‎ Ia menambahkan, di tengah perkembangan zaman yang dinamis, nilai-nilai Al-Qur’an tetap relevan sebagai pedoman hidup serta menjadi penuntun dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern.

‎ “Al-Qur’an menjadi arah dan pegangan, agar kita tetap berada pada nilai-nilai yang benar di tengah berbagai perubahan,” katanya.

‎ Lebih lanjut, Endin menegaskan bahwa peran rumah tahfizh sangat strategis dalam membentuk pola pikir dan karakter generasi muda, tidak hanya sebagai tempat belajar membaca dan menghafal, tetapi juga sebagai ruang pembinaan moral.

‎ “Pembangunan tidak cukup hanya infrastruktur, tetapi juga harus diiringi dengan penguatan nilai dan karakter masyarakat,” tegasnya.

‎ Ia juga mengapresiasi Forum Komunikasi Rumah Tahfizh Kabupaten Bekasi yang dinilai mampu memperkuat sinergi antar lembaga tahfizh di daerah.

‎ “Kolaborasi ini penting agar pembinaan generasi Qur’ani dapat berjalan berkelanjutan dan saling menguatkan,” tambahnya.

‎ Ketua Forum Komunikasi Rumah Tahfidz Qur’an Kabupaten Bekasi, Ahmad Ridho, menyampaikan bahwa pada tahun 2026 ini telah dilaksanakan Wisuda Akbar Khotmil Qur’an dengan jumlah 267 santri penghafal Al-Qur’an dari 18 rumah tahfizh di Kabupaten Bekasi.

‎ Ia berharap ke depan kegiatan ini mendapat dukungan yang lebih luas, baik dari pemerintah maupun kalangan dunia usaha, agar pembinaan santri dapat terus berkembang.

‎ “Harapannya, para santri semakin semangat menambah hafalan, dari satu juz menjadi dua juz dan seterusnya,” ujarnya.

‎ Ahmad juga menekankan pentingnya pemerataan kolaborasi dalam pembinaan rumah tahfizh di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi, agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

‎ Menurutnya, rumah tahfizh memiliki pola pembinaan berbeda dengan pesantren, di mana para santri umumnya tidak menetap, melainkan mengikuti pembelajaran secara rutin, mayoritas pada sore hari selepas Asar hingga menjelang Maghrib.

‎ “Peserta berasal dari berbagai wilayah dengan latar belakang yang beragam, ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap pembinaan generasi Qur’ani cukup tinggi,” tambahnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *