Pewarta: Dwi Arifin
(Koran SINAR PAGI)-, Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Barat melaksanakan Forum Perangkat Daerah Bidang Kepegawaian “Penyelenggaraan Manajemen ASN menuju ASN Istimewa dan Kinerja ASN Berdampak” pada Kamis, 12 Februari 2026 melalui media komunikasi Youtube dan Zoom BKD Jabar
Pada sambutannya, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Dedi Supandi, S.STP., M.Si., menjelaskan capaian program BKD Jabar tahun 2025 dan program tahun 2026.
“Mulai Januari 2026, Pemprov Jabar resmi menetapkan kebijakan Work From Home (WFH) 100% bagi ASN setiap hari Kamis untuk efisiensi operasional. WFH pada hari Jumat bersifat opsional atau dimungkinkan jika diperlukan, dengan syarat tidak mengganggu pelayanan publik dan tetap menjaga kinerja” jelasnya
Menurutnya berdasarkan hitungan hasil WFH, efisiensi penggunaan alat perkantoran di pemerintah provinsi Jabar dapat mencapai 70%. Namun kinerja pegawai tetap dapat ditingkatkan.
Selanjutnya secara khusus, Dr. H. Dedi Supandi, S.STP., M.Si., membahas tentang “Penyelenggaraan Manajemen ASN menuju ASN Istimewa dan Kinerja ASN Berdampak”
Selain itu juga sempat mensosialisasikan tentang perubahan jam kerja Aparatur Sipil Negara / ASN tingkat Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat di bulan Ramadhan tahun 1447 hijriah yang akan datang.
Informasi yang dihimpun koransinarpagionline.com. Pada kegiatan tersebut, BKD Jabar bersama Legislator Jabar, Sekda Jabar, Bappeda Jabar, Badan Kepegawaian Negara dan Kementerian Sekretariat Negara, berupaya merumuskan strategi untuk target pemerintah provinsi Jawa Barat di tahun 2027. Mulai dari membentuk ASN yang transformatif dan adaptif. Berkarakter Panca Waluya yaitu Cageur (sehat jasmani/rohani), Bageur (berakhlak mulia), Bener (jujur/disiplin), Pinter (cerdas), dan Singer (kreatif/adaptif)”.
Serta mampu menghadirkan layanan publik yang lebih cepat, lebih mudah, lebih murah, semakin nyaman dan semakin baik untuk mensejahterakan dan membahagiakan rakyatnya.








Komentar