oleh

Politeknik Piksi Ganesha Dorong PKK Desa Jati Endah Kembangkan Sabun Herbal dan Pemasaran Digital

Pewarta: Dwi Arifin

(Koran SINAR PAGI)-, Dari pekarangan rumah menuju produk bernilai ekonomi, program Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Piksi Ganesha membekali kelompok PKK Desa Jati Endah dengan keterampilan budidaya herbal, formulasi sabun, pengelolaan usaha, hingga pemasaran digital.

Potensi tanaman herbal di lingkungan rumah kini mulai diarahkan menjadi peluang ekonomi produktif bagi masyarakat Desa Jati Endah, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Politeknik Piksi Ganesha melakukan pendampingan kepada kelompok PKK dengan mengintegrasikan budidaya mint dan Roman chamomile, formulasi kosmetik sabun relaksasi brightening, manajemen usaha, serta pemasaran digital.

Program bertajuk “Pemberdayaan Kelompok PKK melalui Budidaya Herbal dan Pengembangan Formulasi Kosmetik Sabun Relaksasi–Brightening Mint–Roman Chamomile dan Pemasaran Digital di Desa Jati Endah, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung” tersebut dilaksanakan pada 10, 22,23 Mei 2026 untuk sosialisasi, kegiatan utama tanggal 25 Juni, 11 dan 25 July 2026 dan 8 Agustus serta Penutupan kegiatan pada 15 Agustus 2026. Seluruh kegiatan berlangsung di Kantor Desa Jati Endah dengan agenda pertemuan dan pendampingan pukul 09.00–14.00 WIB.

Program ini menjadi bentuk sinergi antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Politeknik Piksi Ganesha, Pemerintah Desa Jati Endah, dan kelompok PKK Desa Jati Endah dalam mendorong peningkatan keterampilan sekaligus kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi local melalui Skema PKM-KM

Direktur Politeknik Piksi Ganesha, Assoc Prof. Dr. H. K. Prihartono AH, S.Kom., MOS., CMA., MPM, MBA, memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut sebagai bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi dan penguatan peran kampus dalam menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat. Pelaksanaan program diketuai oleh Tiris Sudrartono, S.E., M.M., dengan anggota tim Rosita, S.E., M.M., Hasna Latipah Sakinah, S.Si., M.Si., Nandia Nugroho, Aulia Listia Sabila, dan Siti Sofi Dzakia Alawiah.

Tim pelaksana berasal dari berbagai bidang keilmuan, yakni Produksi Media, Bisnis Digital, dan Farmasi. Kolaborasi lintas bidang tersebut memungkinkan kegiatan PKM tidak hanya berfokus pada pembuatan produk, tetapi juga menyentuh aspek pengemasan, komunikasi pemasaran, dokumentasi, manajemen usaha, dan keberlanjutan bisnis.

Dari Pekarangan Menuju Produk Bernilai Tambah

Salah satu kegiatan utama adalah pemanfaatan pekarangan rumah untuk budidaya tanaman herbal, khususnya mint (Mentha sp.) dan Roman chamomile (Chamaemelum nobile).

Kelompok PKK mendapat pembekalan mengenai pemilihan bibit, penanaman menggunakan pot atau polybag, pengelolaan media tanam, pemeliharaan tanaman, serta pemanfaatan bahan organik sebagai kompos. Pendekatan ini dirancang agar kegiatan dapat diterapkan pada skala rumah tangga tanpa membutuhkan lahan yang luas.

Melalui praktik langsung, peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga terlibat dalam proses budidaya. Model pembelajaran tersebut diharapkan membantu kelompok PKK memahami rantai proses dari penyediaan bahan baku hingga pengembangan produk.

Belajar Formulasi Sabun Herbal

Tanaman herbal yang dibudidayakan selanjutnya diperkenalkan sebagai bagian dari pengembangan sabun kosmetik relaksasi–brightening berbasis mint dan Roman chamomile.

Peserta memperoleh pembekalan tentang bahan baku, teknik penimbangan, pencampuran, sanitasi peralatan, penggunaan cetakan, keselamatan kerja, pencatatan produksi, hingga penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP). Penerapan SOP menjadi bagian penting agar proses pembuatan produk dapat dilakukan secara lebih terukur, higienis, dan konsisten. Produk yang dikembangkan dalam program ini diposisikan sebagai media pembelajaran kewirausahaan sekaligus prototipe produk lokal. Untuk pengembangan komersial lebih lanjut, aspek keamanan, legalitas, mutu, pelabelan, dan ketentuan produk kosmetik tetap menjadi bagian yang harus dipenuhi melalui tahapan pendampingan berikutnya.

Tak Hanya Produksi, PKK Dibekali Manajemen Usaha

Menariknya, program tidak berhenti pada keterampilan membuat produk. Kelompok PKK juga dibekali pengetahuan mengenai pencatatan biaya dan produksi, pengelolaan stok, pembagian tugas, pengemasan produk, serta penyusunan rencana usaha sederhana. Pembagian peran dirancang agar kegiatan dapat dikelola secara kolektif melalui tim budidaya, produksi dan pengemasan, hingga administrasi dan pemasaran. Pendekatan tersebut dinilai penting agar keterampilan yang diperoleh tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan, melainkan berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi produktif yang berkelanjutan.

Masuk ke Pemasaran Digital

Di sisi hilir, peserta mulai diperkenalkan dengan pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana pemasaran. Materi mencakup foto produk, pembuatan caption, desain label dan kemasan, katalog digital, media sosial, WhatsApp Business, hingga pengenalan marketplace.

Dengan cara tersebut, kelompok PKK diharapkan mampu memahami bagaimana produk lokal dapat memiliki identitas visual yang kuat sekaligus menjangkau pasar yang lebih luas. Aktivitas budidaya hingga proses pembuatan produk juga dapat menjadi kekuatan storytelling dalam pemasaran. Produk tidak hanya ditawarkan sebagai barang jadi, tetapi memiliki cerita mengenai proses pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan potensi lokal Desa Jati Endah.

Pemerintah Desa Dukung Keberlanjutan Program

Kepala Desa Jati Endah, Hj. Endang Sri Wiedyastutie, S.E., turut mendukung pelaksanaan program melalui fasilitasi lokasi kegiatan, koordinasi dengan masyarakat, serta penguatan keberlanjutan kegiatan di tingkat desa. Keterlibatan pemerintah desa menjadi bagian penting karena program ini dirancang berlangsung selama beberapa bulan dan membutuhkan kesinambungan antara kegiatan pelatihan, praktik, pendampingan, serta evaluasi. Dokumentasi pelaksanaan awal memperlihatkan keterlibatan kelompok PKK dalam kegiatan sosialisasi, diskusi, pembekalan, dan praktik budidaya herbal. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, mahasiswa, dan kelompok masyarakat diharapkan mampu menciptakan model pemberdayaan yang tidak berhenti ketika kegiatan hibah selesai.

Dorong Lahirnya Usaha PKK Berbasis Herbal

Untuk mendukung keberlanjutan, program diarahkan pada pembentukan tim pengelola lokal yang nantinya dapat menangani budidaya, produksi, administrasi, pengemasan, hingga pemasaran digital. Monitoring dan evaluasi juga dilakukan secara bertahap guna melihat perkembangan kemampuan peserta, penerapan SOP, pengelolaan usaha, kualitas produk, serta aktivitas pemasaran. Karena program masih berjalan hingga Desember 2026, sejumlah indikator seperti peningkatan keterampilan, konsistensi mutu produk, intensitas promosi digital, dan peningkatan penjualan masih menjadi target evaluasi akhir, bukan capaian final.

Melalui pendekatan “dari pekarangan hingga pemasaran”, program PKM Politeknik Piksi Ganesha di Desa Jati Endah diharapkan dapat membangun fondasi usaha berbasis herbal yang lebih terstruktur.

Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya produk unggulan Desa Jati Endah, meningkatkan keterampilan kelompok PKK, memperkuat peran perempuan dalam kegiatan ekonomi produktif, serta membuka peluang peningkatan kemandirian ekonomi keluarga melalui pemanfaatan potensi lokal dan teknologi digital.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Politeknik Piksi Ganesha berlangsung atas dukungan dan kerja sama dengan Diktisaintek ( LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat-Banten ) yang telah memberikan dukukangan pendanaan melelui Skema PKM KM. Direktur Politeknik Piksi Ganesha, Assoc Prof. Dr. H. K. Prihartono AH, S.Kom., MOS., CMA., MPM, MBA, memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program PKM. Ketua LPPM Politeknik Piksi Ganesha DR. Candra Mecca Sufyna, S.Si., M.T., Kepala Desa Jati Endah Kecamatan Cilengkrang Kab. Bandung, Endah, Hj. Endang Sri Wiedyastutie, S.E., dan Ketua dan Kelompok PKK Desa Jati Endah Kecamatan Cilengkrang Kab. Bandung

(Sumber:  Tiris Sudrartono, S.E., M.M., Dosen Politeknik Piksi Ganesha)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *