oleh

Hari Santri Nasional 2026, Rois Syuriah MWC NU Katapang Harapkan Jamaah dan Jamiyah Istiqomah Mengaji & Berkhidmah

Pewarta: Dwi Arifin

(Koran SINAR PAGI)-, Kyai Emid Abdul Hamid, Rois Syuriah, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama / MWC Kecamatan Katapang menjelaskan berdasarkan sejarah, awal memimpin ormas islam ialah menjadi ketua Majelis Ulama Indonesia di tingkat desa di usia 20 tahunan, serta aktif mengaji dan berkhidmah di ormas islam.

“Jika kondisi penglihatan masih normal, seperti dahulu. Saya ingin berangkat ngaji naik motor sendiri ke ulama yang dulunya santri di madrasah ini yang sekarang sudah ahli dalam berbagai ilmu atau ngaji bersama kader Ansor. Sebagai upaya meraih berkah dari majelis ilmu. Tetapi karena agak kurang jelas, jika berkendara di malam hari, jadi harus didampingi,” ungkapnya ulama yang saat ini usianya lebih dari 70 tahun, setelah Ngaji kitab Tafsir dan Hadist di sekertariat MWC NU Katapang, setiap malam minggu bersama para santrinya.

Pengajian rutin kitab Nashoihul Ibad, karya Syekh Nawawi al-Bantani bersama IPNU dan GP Ansor Katapang

Melalui ngaji kitab turats itu sebagai upaya meneruskan tradisi atau amalan ulama nusantara dalam memahami dan mendalami ajaran agama islam berbasis keilmuan pesantren. Serta Ikhtiar menyambungkan sanad keilmuan melalui para ulama di Indonesia hingga sampai kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.

Kalau kegiatan sehari-hari atau siangnya, masih fokus ternak Kelinci dan binatang ternak lainnya. Kalau dulu di masa muda, sering jualan keliling kebutuhan rumah tangga atau sempat produksi sarang burung yang berbentuk bulat yang harganya lebih mahal dari pada yang kotak untuk di jual ke Kota Bandung.

Sedangkan di hari minggu pagi bersama istrinya kadang jalan-jalan rutin di sekitar pinggiran anak sungai Citarum yang menjadi perbatasan desa. Sebagai ikhtiar menjalani hidup yang sehat dengan berolahraga.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *