oleh

Bahlil Klaim Eropa Minta RI Kirim 20 Juta Ton Batu Bara

Koran SINAR PAGI,Jakarta,-  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengklaim terdapat permintaan pasokan batu bara dari negara di Uni Eropa (UE) mencapai 20 juta ton per tahun.

Meskipun begitu, Bahlil belum memerinci dari pernyataannya tersebut. Dia tak mengungkapkan kapan permintaan tersebut disampaikan dan tak mengungkapkan negara di Uni Eropa yang minati batu bara Indonesia tersebut.

“Di Eropa membuka opsi batu bara ada minta kita untuk [memasok batu bara] 20 juta per tahun,” kata Bahlil dalam pidatonya di acara Himpunan Alumni IPB, ditayangkan daring, Sabtu (2/5/2026).

Mulanya, Bahlil menyinggung publikasi JP Morgan Asset Management yang diklaim menempatkan Indonesia menjadi negara kedua yang paling tahan krisis energi global, salah satu faktornya gegara produksi dan cadangan batu bara Indonesia yang sangat besar.

Lebih lanjut, Bahlil menyatakan, negara-negara barat seperti Amerika Serikat (AS) dan Eropa sebelumnya menginstruksikan Indonesia untuk menyuntik mati Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara. Sementara saat ini, negara-negara tersebut kembali menggunakan batu bara sebagai salah satu sumber energi.

“Sekarang Amerika buka opsi batu bara, di Eropa membuka opsi batu bara, ada minta kita untuk 20 juta per tahun,” ujar Bahlil.

“Dia suruh kita memakai energi yang mahal sementara dia memakai energi yang murah. Saya bilang ini model apa. Saya putuskan, saya bilang batu bara jalan aja dulu, ini bicara tentang survival mode kita bicara tentang efisiensi,” lanjut Bahlil.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan volume ekspor batu bara Indonesia sepanjang Januari-Desember 2025 mencapai 39,93 juta ton atau terkoreksi 3,66% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 405,76 juta ton. Sementara berdasarkan volumenya, ekspor batu bara sepanjang 2025 minus 19,7% ke level US$24,48 miliar atau sekitar Rp411,14 triliun (asumsi kurs Rp16.795 per dolar AS).

Torehan kinerja ekspor komoditas emas hitam itu terpaut lebar dari capaian sepanjang periode yang sama tahun sebelumnya di level US$30,49 miliar atau sekitar Rp512,07 triliun. Kemudian negara tujuan utama ekspor batu bara terdiri dari; India, China, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Malaysia, Filipina, Thailand, Hongkong, hingga Spanyol.

Adapun, Kementerian ESDM mencatat produksi batu bara nasional sepanjang 2025 mencapai 790 juta ton. Realisasi produksi batu bara itu anjlok 5,5% dari capaian sepanjang 2024 sebesar 836 juta ton. Kendati demikian, produksi itu lebih tinggi dari target yang dipatok tahun ini sebesar 739,6 juta ton.

Sebagian besar produksi itu disalurkan untuk pasar ekspor, sekitar 514 juta ton atau 65,1% dari total produksi. Sementara untuk pasar domestik atau domestic market obligation (DMO) mencapai 254 juta ton atau 32%. Adapun, stok batu bara yang dicadangkan sampai akhir 2025 sebesar 22 juta ton atau 2,8% dari keseluruhan produksi tambang.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *