oleh

Puluhan Kendaraan Roda Dua Jadi Korban Laka Lantas di Tanjakan Bayonah Desa Mekarwangi Cianjur

Pewarta : Tim Liputan Khusus

Koran SINAR PAGI, Cianjur,- Terpantau tim Liputan khusus KSP dan beberapa media, di Kp. Bayonah Desa Mekar wangi,  Kec. Cikadu, Kab. Cianjur.

Tim Liputan Khusus KSP mengkonfirmasi YD (50), warga Kec. Cikadu, menyampaikan keluhannya, bahwa, Puluhan kendaraan roda dua, jadi korban laka lantas di Tanjakan Bayonah, Desa Mekarwangi.

“Bahkan satu bulan yang lalu ketika  akan melaksanakan tugas rapat di Dinas pendidikan Kab. Cianjur, motor kami terpeleset dan jatuh ke jurang, akibat jalan berbatu dan terjal,” tutur YD

Di hari yang sama Lipsus KSP mengkonfirmasi TR (45),  wartawan yang sedang melaksanakan liputan di Desa Mekarwangi  (30/04/2026), saat melewati tanjakan jalan Kp. Bayonah  sepeda motor milik wartwan terjatuh dan menimpa badannya.

Di kesempatan lain, TR  mengkonfirmasi beberapa warga sekitar. Dari hasil konfirmasi ke warga, TR mempublikasikan kondisi jalan tanjakan Kp. Bayonah tersebut dalam berita.

(01/05/2026) TR, meminta tanggapan kepada S, Kepala Desa Mekarwangi, terkait pemberitaannya, namun  S, Kepala Desa Mekarwangi bukan menyampaikan tanggapan, tapi makian dan sikap arogan yang sangat tidak cocok disampaikan dan ditunjukkan seorang pemimpin atau tokoh masyarakat.

Lebih lanjut Lipsus KSP mengkonfirmasi AS (50), warga Desa Mekarwangi via tlp seluler, ditanya soal jalan Bayonah, AS menjawab “jalan Bayonah panjang kurang lebih 900 meter, baru dicor kurang lebih 100 meter tahun 2023, dari tahun 2023 s/d tahun 2025 jalan tersebut tidak dilanjutkan pengecorannya, warga masyarakat sudah berulang kali menyampaikan ke Kepala Desa Mekarwangi agar jalan utama tanjakan Bayonah segera dicor kembali, permintaan/keluhan tersebut tidak di tanggapi oleh Kepala Desa Mekarwangi hingga tahun 2026.

Akibat tidak dilanjutkannya pengecoran jalan Bayonah, Warga kebanyakan banyak bertanya soal penggunaan Dana Desa 2024 s/d tahun 2025, “dialokasikan kemana, untuk apa?” tutur AS.

Menyikapi prilaku Kepala Desa terhadap wartawan, atas pemberitaan jalan Bayonah, Ketua Jurnalis Independen Bersatu (JITU) Propinsi Jawa Barat sangat menyayangkan sikap arogan dan makian oleh Kepala Desa Mekarwangi, tidak mencermikan kearifan dan kesantunan seorang pemimpin, lebih cenderung premanisme dan jago-jagoan yang saat ini tidak ada tempat bagi pemimpin atau tokoh seperti itu.

“Pemimpin dan tokoh sekarang adalah sosok yang tranfarans, cerdas dan santun dalam kata dan prilaku, berprestasi dan tanggungjawab dalam profesinya. Pemimpin arogan dan bermulut sampah di semua level  harus disingkirkan,”tegasnya

“Selain itu pemimpin yang baik dan berwawasan juga menghargai profesi orang lain, apalagi profesi yang nyata dalam melaksanakan tugas dijamin undang-undang, wartawan misalnya dalam melaksanakan profesinya dilindungi oleh UU No. 40 Thn 1999. Jadi hampir bisa dipastikan Kades Mekarwangi kurang wawasan, dibuktikan dengan bertindak arogan, sewenangwenang, memaki dengan kata-kasar dan kotor adalah pemimpin yang sangat menjijikan,” Pungkas Ketua Jurnalis Independen Bersatu (JITU)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *