oleh

Jelang Lebaran Stok BBM dan Elpiji di Jabar Aman

-Ragam-56 Dilihat

Pewarta : Deviant

Koran SINAR PAGI,Bandung,- PT Pertamina memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Elpiji di wilayah Jawa Barat dipastikan aman menjelang arus mudik dan balik pada Idul Fitri 1447 Hijriah.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (RJBB), Susanto August Satria mengatakan, berbagi kesiapan mulai dari infrastruktur energi hingga Sumber Daya Manusia (SDM) telah disiapkan selama masa Satgas Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026.

“Kami berharap dengan kesiapan tersebut distribusi energi yang dibutuhkan masyarakat tetap aman tanpa adanya kendala,” ucap Satria dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).

Untuk menghadapi arus mudik dan balik lebaran 2026, sebanyak 1.620 SPBU telah disiagakan. Termasuk menyiapkan 439 Pertashop serta jaringan distribusi LPG yang terdiri dari 2.331 agen Elpiji dan 206 stasiun pengisian bulk elpiji (SPBE).

Satria juga memastikan konflik yang saat ini sedang terjadi di Timur Tengah tidak akan berpengaruh terhadap ketersediaan BBM, pasalnya kapal pembawa minyak untuk memenuhi kebutuhan di Indonesia tidak hanya yang melintasi Selat Hormuz saja, tetapi juga ada yang menggunakan jalur lain.

“Kami himbau masyarakat tidak panic buying dan percaya hoak,” tegasnya.

Fuel Terminal Manager Bandung Debbi Juliana Harahap menyatakan bahwa menjelang Lebaran 2026, memastikan bahwa stok BBM di Fuel Terminal Ujung Berung dan Padalarang pada saat ini berada dalam kondisi aman.

“Kesiapan layanan dipastikan melalui berbagai fasilitas penunjang di lapangan. Hal itu, dilakukan agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan energi dengan nyaman, aman dan lancar,” kata Debbi.

“Di beberapa wilayah terdapat beberapa Kantong SPBU yang disiapkan dalam memdukung kelancaran suplai. Selain kantong, juga ada layanan modular di Tol Cisumundawu,” imbuhnya.

Debbi Juliana menyampaikan bahwa untuk penyaluran BBM dilakukan melalui jaringan pipa dari Lomanis ke Tasikmalaya, selanjutnya ke Ujung Berung dan Padalarang dengan perencanaan suplai dikoordinasikan tim planner regional.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *