Pewarta : Jeky Epsa
koransinarpagionline.com | SUMEDANG – Zakat tidak hanya dipandang sebagai bantuan untuk memenuhi kebutuhan sesaat. Melalui program pemberdayaan, dana zakat diharapkan dapat menjadi jalan menuju kemandirian ekonomi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Semangat tersebut menjadi salah satu gagasan yang dibawa melalui Program Lumbung Pangan BAZNAS Sumedang yang menyasar 50 mustahik penerima manfaat.
Direktur Pemberdayaan BAZNAS RI Agus Siswanto menekankan bahwa keberhasilan program bukan hanya ditentukan oleh bantuan atau fasilitas yang diberikan, tetapi juga kesiapan penerima manfaat dalam menjalankan program.
Karena itu, asesmen sejak awal dinilai menjadi bagian penting untuk mengetahui motivasi, kemampuan serta kesiapan para mustahik.
“Kalau tidak didampingi, programnya tidak akan berhasil,” kata Agus, Jum’at (02/10).
Menurut Agus, Lumbung Pangan sebelumnya telah dikembangkan di beberapa daerah, di antaranya Garut dan Sukabumi. Pengalaman tersebut menjadi salah satu pembelajaran dalam pengembangan program serupa di Sumedang.
Lebih jauh, Lumbung Pangan diharapkan tidak berdiri sendiri. Program pertanian dapat dikembangkan dan dihubungkan dengan sektor peternakan maupun program sosial BAZNAS lainnya sehingga terbentuk ekosistem pemberdayaan yang saling mendukung.
Gambaran ekosistem tersebut terlihat dalam mini exhibition yang digelar bersamaan dengan launching. Sejumlah program BAZNAS ditampilkan, mulai dari UMKM binaan seperti pedagang surabi dan coffee shop, produk disabilitas, Baznas Tanggap Bencana, layanan kesehatan, Aktif Baznas, Z-Mart, Balai Ternak hingga Z-Auto.
Bagi Agus, semakin banyak masyarakat yang menunaikan zakat melalui BAZNAS, semakin besar pula peluang dana tersebut dikembangkan menjadi program produktif.
Harapannya, Program Lumbung Pangan di Sumedang mampu menjadi pintu masuk bagi 50 mustahik untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan dan secara bertahap membangun kemandirian ekonomi.***
Dari Zakat Menjadi Kemandirian, Lumbung Pangan BAZNAS Sumedang Disiapkan untuk 50 Mustahik








Komentar